
BULELENG – Rapat monitoring dan evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa.
Selain mengapresiasi sinergitas Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argo Nayottama dalam menekan laju inflasi, pada momen ini juga disampaikan suport kepada Perumda Air Minum Tirta Hita (AMTH) Buleleng untuk mewujudkan layanan prima dan catatan bagi Perseroda Bank Buleleng 45 agar meningkatkan kinerja.
“Rapat monitoring dan evaluasi merupakan kegiatan penting yang berfungsi untuk mendapatkan gambaran serta mengevaluasi kinerja BUMD. Melalui kegiatan ini saya mengharapkan BUMD Buleleng memiliki etos kerja yang tinggi, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Buleleng,” tandas Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat memimpin rapat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Buleleng, Kamis (13/10/2022).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini mengungkapkan, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan, sinergitas Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Agro Nayottama Buleleng dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, serangkaian upaya pengendalian inflasi patut diapresiasi.
“Kinerja dua BUMD ini dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok patut diapresiasi. Karena, dengan sinergitas dan kerjasama yang baik, pasokan dan harga bahan pokok bisa stabil, sehingga inflasi di Buleleng dapat dikendalikan bahkan saat ini dalam posisi deflasi,” tandasnya.
Hal ini penting dan harus dijaga, karena Singaraja dan Denpasar merupakan barometer untuk mengukur tingkat inflasi di Provinsi Bali. “Kita tahu bersama, kemarin inflasi naik dan itu harus dikendalikan, salah satu caranya adalah menstabilkan harga komoditas bahan pokok. Pada waktu itu, saya perintahkan dua perusahaan ini mengambil langkah konkret, tidak hanya rapat. Ambil sikap segera, astungkara pasokan dan harga beberapa bahan pokok sudah turun dan inflasi di Buleleng sudah bisa dikendalikan,” tegasnya.
Terkait Perumda AMTH Buleleng, mantan Pj Bupati Badung ini menyatakan salut dan akan terus mendorong kinerja perusahaan daerah dalam hal peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Disamping profit, saya sudah menugaskan dewan pengawas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan BUMD di Kabupaten Buleleng. Profit itu urusan selanjutnya, tapi yang utama adalah memberikan pelayanan prima untuk masyarakat,” tandasnya.
Sementara dari hasil monitoring dan evaluasi kinerja Perseroda Bank Buleleng 45, Pj Bupati Buleleng asal Desa Kekeran Kecamatan Busungbiu ini menyebutkan akan berupaya melakukan pembinaan yang lebih agar mampu meningkatkan etos kerja, pembenahan sistem maupun tata kelola sehingga menjadi lebih baik.
“Saya akan lakukan penjajakan lebih dalam, pembinaan melalui dewan pengawas sebelum mengambil kebijakan. Astungkara, nanti keempat perusahaan daerah ini bisa memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap pembangunan di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya. (kar,dha)








