
KUTSEL – Tim terpadu Kuta Selatan kembali bergerak melakukan inspeksi mendadak terhadap fenomena yang dirasa dapat mencederai citra pariwisata. Sidak yang dilaksanakan Rabu (14/9/2022) sore, menyasar kemungkinan adanya gacong jalanan di wilayah Kelurahan Benoa.
Kasi Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Agus Alit Juwita mengungkapkan, tim terpadu bersangkutan terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari pihaknya di kecamatan, personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kelurahan, serta desa adat.
“Kali ini yang kami sasar adalah guide liar alias gacong jalanan,” ungkapnya, Kamis (15/9/2022).
Sidak menyambangi sejumlah titik yang biasa dijakan sebagai tempat prakteknya para gacong jalanan. Hasilnya, sama sekali tidak ditemukan aktivitas semacam itu alias nihil.
Di samping gacong jalanan, sidak juga menyasar aktivitas money changer. Dari total 8 money changer yang didatangi, 5 di antaranya diketahui sudah berizin. Sementara 3 lainnya, ditemukan dalam kondisi tutup atau tidak beroperasi.
“Dugaan sementara tiga money changer itu tidak berizin, sehingga mereka memilih untuk tutup karena tahu akan ada sidak. Kemarin itu, jika memang ada temuan tidak berizin, rencananya akan kami tutup sementara dan tindaklanjuti ke Bank Indonesia agar diberi pembinaan,” bebernya. (adi/jon)








