
BADUNG – Pengunjung Pantai Berawa, Kecamatan Kuta Utara, Badung, ikut ambil bagian dalam aksi peduli terhadap lingkungan dengan melepas ribuan anak tukik, Sabtu (6/8/2022).
Tak saja warga lokal, para wisatawan mancanegara yang sedang menikmati Pantai Berawa tampak antusias ikut serta melepas satu persatu tukik ke pesisir pantai selatan Badung itu.
Tukik atau anak penyu berusia satu hari sampai tujuh hari itu dilepas sebagai upaya menjaga keseimbangan alam utamanya biota laut. Penyu salah satu satwa yang dilindungi, tak jarang keberadaan penyu masih menjadi perburuan orang -orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu upaya edukasi serta menanamkan kesadaran menjaga satwa langka adalah tugas kita semua.
Pimpinan Turtle Conservation and Education Center (TCEC) di Bali Edy Semara mengatakan, pelepasan tukik ini merupakan kebahagiaan karena bisa berkolaborasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat maupun turis sekitar mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan tukik.
“Kami berharap pelepasan tukik ini membantu membudidayakan serta membantu ekosistem laut,”kata Edy Semara di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, kegiatan diinisiatori ATLAS Beach Fest yang bekerja sama dengan Turtle Conservation and Education Center (TCEC), adalah upaya kebersamaan untuk menjaga kelestarian alam. Tidak ada seremonial khusus yang dilakukan, semua masyarakat yang sedang lewat, yang sedang berjemur boleh mengambil tukik dari petugas yang sudah standby di Pantai Berawa.
Saat pelepasan juga diawasi betul sampai tukik masuk ke laut. Moment ini yang menarik para wisatawan dan warga yang sedang berwisata di Pantai Berawa. Tidak ketinggalan juga anak-anak kecil ikut melepaskan tukik ke bibir pantai.
Humas ATLAS Beach Feat Care Tony Dimas mengatakan, hingga saat ini sudah 16 ribu lebih tukik yang dilepas di Pantai Berawa. Kegiatan melepaskan tukik secara rutin berlangsung setiap Rabu dan Sabtu sejak 27 Juli 2022 hingga berakhir pada 1 Oktober 2022. Sebelumnya, ATLAS Beach Fest meraih penghargaan rekor MURI untuk pelepasan tukik terbanyak di Indonesia yang mencapai 15.000 ekor secara konsisten dan terukur.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami bagi lingkungan hidup yang ada di sekitar kami. Selain lepas tukik kami juga konsiten melakukan pembersihan pantai secara berkala, melibatkan banyak orang tanpa kecuali. Karena kami yakin keseimbangan lingkungan hidup juga akan berdampak besar bagi masyarakat. Kami juga rutin bekerja sama dengan desa dan Banjar setempat menyasar warga yang membutuhkan bantuan bahan pokok. Jadi kami konsiten dalam tanggungjawab sosial masyarakat dan lingkungan hidup,” ujarnya.(sur)








