
GIANYAR – Turnamen ceki menjadi alternatif dalam penggalian dana yang dilakukan masyarakat di tengah paceklik bansos dari pemerintah.
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tegel Winarta saat membuka ternamen ceki di Wantilan Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, Minggu (7/8/2022).
Tagel Winarta mengapresiasi pelaksanaan ternamen karena tiket laku terjual 1.300 kupon kepada pecinta Ceki. Ia menegaskan, ceki merupakan olahraga kreasi di bawah naungan Koni Gianyar.
“Turnamen ceki ini olahraga rekreasi. Tidak ada judi. Secara nasional sudah diakui, di bawah naungan koni Gianyar. Ten wenten judi, semua rekreasi,” ujarnya.
Menurutnya, turnamen ini paling pas digelar saat bansos sedikit tersendat di tengah krisisnya anggaran dampak Pandemi Covid-19.
“Turnamen ceki jadi salah satu terobosan penggalian dana, sembari menunggu bantuan dana hibah pemerintah,” ujar Tagel sembari berharap turnamen ceki cukup rutin digelar di Gianyar.
“Sampai Desember penuh jadwal, dari Tegallalang hingga Payangan. Para pecinta sering kita ajak seminggu sekali, rutin ada di kabupaten Gianyar. Pelaksanaan turnamen ini dirasakan manfaatnya. Minat tinggi, buktinya yang ikut banyak. Pecinta ceki bisa sekalian jalan-jalan dan menikmati kulineran untuk refreshing,” imbuhnya.
Tagel melihat ada pergerakan ekonomi pada turnamen ceki. Pertama, usaha percetakan bisa kerja mengadakan ribuan kupon, kedua kuliner lokal seperti dagang sate, makanan minuman laris manis. “Dengan pendaftaran Rp 100.000 peserta bisa menikmati permainan dan kulineran,” jelasnya.
Yang tak kalah menarik adalah hadiah yang disiapkan panitia bernilai jutaan rupiah. Tagel juga menjanjikan bonus untuk peserta yang apda sesion pertama bisa debel maupun dalam posisi mencari.
“Kita apresiasi, senang dan bahagia melihat di masa sulit ini ternyata tokoh masyarakat Desa Siangan mampu jual kupon 1.300 lembar. Ini tertinggi selama kita laksanakan turnamen ceki di Gianyar. Sebelumnya ada 1.200,” tandasnya. (jay)








