
KLUNGKUNG- Ada hal unik di balik aksi pencurian pretima di Pura Mas Ayu yang berlokasi di Dusun Koripan Tengah, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Minggu (17/7/2022) malam.
Begitu pengempon pura tahu sejumlah benda sakral berhasil digondol maling, malam itu juga pengempon pura menggelar ritual ‘nunas baos’ (memohon petunjuk niskala) di pura setempat. Dalam prosesi itu ada salah seorang warga mengalami kerauhan.
Selain melibatkan pengempon pura, juga pemangku dan para tokoh warga. Pengempon ingin mengetahui setidaknya punya petunjuk atas kejadian tersebut. Sebab, pintu gerbang pura sudah dikunci rapat, gedong penyimpenan lokasi ditempatkannya semua pretima, pintunya juga sudah digembok.

Bahkan semua pretima sudah ditempatkan dalam kotak besi (semacam brangkas) juga dikunci rapat. Tapi, maling berhasil membobol kotak besi dan membawa kabur sejumlah benda sakral, seperti dua batang logam kuningan cap london berat 1.500 gram, 3 batang logam kuningan cap germany 707 Caberat 1.360gram dan satu batang logam kuningan merk soekarno berat 410 gram. Keris luk 5 sebanyak 1 buah, badong prada emas, uang kepeng sebanyak 225 keping.
Lantas apa petunjuk niskala yang didapat pengempon pura ?
“Ada yang kerauhan, dikatakan (petunjuknya) maling berjumlah dua orang. Laki-laki, masuknya dari arah timur. Mereka (maling) tujuh keturunan akan menerima akibatnya,tidak akan hidup sejahtera,” ungkap Jro Tapakan Lingga, ditemui di Pura Mas Ayu, Senin (18/7/2022).
Kelihan Pura Nyoman Subawa mengakui, setiap malam hari tidak ada pakemitan (orang berjaga).
“Tapi pintu masuk selalu terkunci. Gedong penyimpenan, pintunya juga digembok. Perkiraannya maling bawa las kecil dan berhasil memutus gembok termasuk membuka pintu besok yang juga sudah digembok sebelumnya,” kata Nyoman Subawa.
Rencananya pengempon pura akan menggelar ritual guru piduka, mecaru bertepatan dengan pujawali di pura setempat, 2 Agustus 2022. (yan)








