
BULELENG – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana buka Tinga-Tinga Creative Festival Berbasis Seni dan Budaya.
Selain mengapresiasi creative festival sebagai embrio kebangkitan desa dalam mengerakkan ekonomi paska pandemi, momentum yang dirangkaikan dengan peluncuran sistem informasi dan layanan surat berbasis digital juga diharapkan dapat mempercepat layanan publik serta pembangunan Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak.
“Saya mengapresiasi dan mendukung desa-desa yang memiliki dan menggunakan data digital dalam pemberdayaan potensi yang dimiliki untuk membangun desa, mensejahterakan masyarakat,” tandas Bupati Suradnyana, Kamis (7/7/2022) saat membuka kegiatan yang digelar di Lapangan Gardu Induk 150 Kv PT PLN di Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak.
Suradnyana menegaskan, sistem dan layanan digital yang diluncurkan Pemerintahan Desa (Pemdes) Tinga-Tinga diharapkan tidak hanya terkait data kependudukan, tapi juga data potensi wilayah, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).
“Bisa diakses secara transparan dan menjadi bahan dalam membuat strategi pengembangan pembangunan. Dengan data tergitalisasi, kita bisa lebih cepat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan pembangunan daerah. Data terdigitalisasi yang dipadukan kreatifitas, layanan publik juga harus lebih cepat, efisien, efektif, transparan dan akuntable,” harapnya.
Ia juga berharap program Digitalisasi Pemdes Tinga-Tinga bisa dilakukan desa lainnya dengan etap memperhatikan dan mempedomani aturan pemerintahan yang berlaku dalam percepatan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat.
Senada dengan Bupati Buleleng, I Komang Adi Wirawan selaku Prebekel Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak mengungkapkan, dengan sistem informasi dan layanan surat berbasis digital memungkinkan warga masyarakat mengakses data kependudukan serta melihat peta wilayah melalui global positioning system (GPS).
“Masyarakat bisa mengurus surat yang dibutuhkan tanpa perlu datang ke kantor desa karena surat bisa diunduh dan dicetak dimana saja. Tujuan dari sistem ini adalah memberikan pelayanan publik menjadi lebih cepat, mudah, efektif dan efisien,” tandasnya.
Prebekel Wirawan juga berharap, digitalisasi data dan layanan publik yang diterapkan dapat bermanfaat bagi masayarakat dalam mendapatkan layanan pemerintah, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pemasaran serta daya saing produk dan percepatan pembangunan desa. (kar/jon)








