
KARANGASEM—Sebagai graha kesehatan milik Pemerintah Daerah, RSUD Karangasem, kini mulai mengembangkan CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialis). Hal itu dikatakan Bupati Karangasem usai meresmikan ruang baru Hemodialisa (HD) di RSUD Karangasem, Senin (6/6/2022).
Selain meresmikan ruang baru pasien cuci darah tersebut, Bupati Gede Dana juga melaunching pengembangan CAPD untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gagal ginjang kronis dengan melakukan cuci darah di rumah masing-masing. Selain mudah, melakukan cuci darah sendiri di rumah juga bertujuan untuk mengurangi trauma dan resiko bagi pasien HD.
“Saat ini pelayanan CAPD di Bali baru tersedia di RSUP Sanglah dan kini mulai dikembangkan di Karangasem. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai harapan, karena melakukan cuci darah sendiri di rumah akan mampu mengurangi resko bagi pasien HD,” ucap Bupati Gede Dana yang dalam peresmian ruang baru perawatan pasien HD tersebut didampingi Wabup Wayan Artha Dipa dan Sekda I Ketut Sedana Mertha.
Pada kesempatan itu, Bupati I Gede Dana, juga mengapresiasi manajemen baru RSUD Karangasem dalam memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien cuci darah di rumah sakit berstatus BLUD tersebut. Menurut Bupati, peningkatan pelayanan tersebut dibuktikan dengan adanya penambahan 12 mesin HD.
“Total tindakan untuk pasen HD pertahun sekitar 8344 pasien. Semoga dengan penambahan alat ini, masyarakat m Karangasem yang menderita ginjal kronis tidak lagi cuci darah ke luar kota,” harap Bupati kepada awak media usai meninjau pasien gagal ginjal di RSUD.
Tidak hanya penambahan alat cuci darah, Bupati Gede Dana juga berharap, RSUD Karangasem dapat melakukan penambahan alat CT Scan. Bupati menilai alat tersebut sangat penting, guna semakin meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“RSUD Karangasem sudah mammpu menyisihkan anggarannya untuk memenuhi kebutuhan urgent masyarakat Karangasem. Semoga pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dan kepercayaan dari masyarakat kepada Pemerintah Daerah ikut meningkat,” harapnya.
Sementara itu, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat pelayanan Hemodialisa juga berkolaborasi dengan pelayanan antar jemput pasien (AJP). Sehingga bagi pasien yang kurang mampu bisa tetap menjalani Hemodialisa tanpa harus terkendala transportasi.
“Semoga RSUD Kabupaten Karangasem bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengembangkan jenis layanan baru sumber daya manusia dan sarana prasarana lainnya sehingga visi misi Pemkab Karangasem bisa terwujud,” terangnya.
Sebelumnya Direktur RSUD Karangasem, dr Gede Juliasena mengatakan, pelayanan hemodialisa (HD) atau cuci darah dimulai pada tahun 2007 lalu. Dan sampai 2021 alat cuci darah di RSUD Karangasem sebanyak 20 mesin HD.
“Tahun ini (2022) kami menambah sebanyak 12 mesin HD. Saat ini total sudah ada 32 mesin HD. Selain HD, kami juga menambah poli CAPD,” ucapnya.
Juliasena menambahkan, pihaknya berharap, dengan adanya penambahan 12 mesin HD ini kedepannya pelayanan kesehatan khususnya cuci darah semakin maksimal. Pasalnya, masyarakat Karangasem cukup banyak yang menderita sakit gagal ginjal kronis ini.
“Tingkat kunjungan masyarakat yang mengalami sakit ginjal kronis terus mengalami peningkatan. Layanan HD setiap bulannya mencapai ratusan orang, bahkan dalam setahun bisa mencapai ribuan,” ungkap Juliasena.
Dia menjelaskan, selain mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, pihaknya juga berharap nantinya mampu mengurangi beban masyarakat Karangasem. Pasalnya, selama ini cukup banyak warga Karangasem yang menderita gagal ginjal berobat ke rumah sakit yang ada ke luar Karangasem.
“Jadi, dengan rambahan sarana dan prasarana ini mampu mempercepat pelayanan HD atau cuci darah dapat mengurangi beban masyarakat Karangasem. Dan masyarakat bisa menjalani cuci darah di RSUD Karangasem. Terlebih lagi, sepama ini warga Karangasem cukup banyak membutuhkan pelayanan cuci darah ini,” pungkas Juliasena. (wat/jon)








