
GIANYAR – Tercatat 498 vial vaksin anti rabies didistribusikan ke 13 UPTD Puskesmas di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut untuk memberikan pelayanan cepat bagi masyarakat yang digigit anjing.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa mengatakan, hampir setiap bulan ada masyarakat yang diberikan vaksin rabies karena digigit anjing. Meskipun jumlah rata-rata belum direkapitulasi, ia memastikan stok vaksin hingga saat ini tergolong aman.
“Saat ini jumlah stok vaksin yang dimiliki masih aman. Jika menipis kita akan dibantu Dinkes Provinsi Bali,” ujar dr. Upeksa, Senin (16/5/2022).
Data per Minggu (15/5/2022), vaksin anti rabies di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar tercatat 102 vial. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 600 vial vaksin anti rabies yang diterima dari Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu. 498 vial telah didistribusikan ke 13 UPTD Puskesmas.
Sementara, data Bidang Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, jumlah desa di Kabupaten Gianyar yang masuk zona merah rabies mengalami penambahan dari sembilan desa/kelurahan tahun lalu kini menjadi 12 desa.
Penambahan zona merah rabies adalah Kelurahan Bitera, Desa Tampaksiring dan Peliatan.
Sedangkan zona kuning adalah Desa Lebih, Serongga, Abianbase, Singakerta, Gianyar, dan Manukaya. Sedangkan tahun sebelumnya desa zona merah adalah Desa Sebatu, Medahan, Buruan, Taro, Lodtunduh, Melinggih, Ubud, Kelusa dan Ubud.
Kabid Keswan Distannak Gianyar Made Santiarka mengatakan, kondisi tersebut tak terlepas dari populasi anjing yang dibebas liarkan mengalami peningkatkan. Selain itu, dikarenakan regulasi, pihaknya tidak bisa leluasa dalam mengeliminasi anjing liar.
“Populasi anjing di Gianyar cenderung bertambah, Dan yang dilepas liar juga bertambah. Yang bisa kami lakukan vaksinasi,” jelas Santiarka. (jay)








