
JEMBRANA – Sejak H-10 Lebaran, aktivitas pemudik mulai meningkat di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Dari pantauan di Pelabuhan Gilimanuk sejak Minggu (24/4/2022) lalu, peningkatan arus mudik, terutama terpantau ramai menjelang petang hingga malam hari.
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk Djumadi mengatakan, berdasarkan data produksi Pelabuhan Gilimanuk, 22-23 April, jumlah pejalan kaki dan dalam kendaraan sebanyak 30.846 orang.
Sedangkan jumlah kendaraan roda dua, kendaran kecil, bus, pikap dan truk sebanyak 10.227 unit. Dari jumlah kendaraan tersebut terbanyak roda dua yakni 3.404 unit.
Djumadi menambahkan, peningkatan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri akan terus meningkat hingga Lebaran tiba.
“Diperkirakan peningkatan akan terjadi setiap harinya hingga puncak arus mudik pada 28-29 April mendatang,” katanya.
Meskipun terjadi peningkatan arus mudik, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk masih terbilang ramai lancar. Secara umum, belum terjadi antrian dan kemacetan, baik yang akan keluar menuju Jawa maupun masuk Bali.
Terkait mulai adanya peningkatan arus mudik khususnya pesepeda motor, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengimbau agar mengupayakan tidak mengendarai sepeda motor saat mudik ke kampung halaman.
Dijelaskan, tingkat risiko dan kerawanan pengendara motor cukup tinggi. Apalagi membawa barang bawaan terlalu banyak. Ia berharap masyarakat bisa memilih menggunakan transportasi yang bersifat masal seperti bus.
Menurut Kapolres Juliana, pemudik harus memikirkan kenyamanan dalam berkendara. “Jangan sampai karena terlalu banyak barang akan mempersulit cara berkendara. Apalagi sampai mengganggu keselamatan di jalan,” tandasnya.
Selain itu, dia mengimbau agar para pemudik memilih atau menentukan waktunya secara tepat. “Jangan pada saat arus-arus puncak yang diperkirakan 28 hingga 30 April. Jadi saya harap jauh-jauh hari sudah bisa merencanakan perjalanan untuk pulang mudik,” harapnya. (ara,dha)








