
JEMBRANA – Wakil Menteri (Wamen) Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, menyambut baik keinginan Jembrana mewujudkan program satu data di 51 desa di Kabupaten Jembrana.
Bahkan Wamen Budi Arie Setiadi menyebut program ini, sangat layak dijadikan percontohan terhadap akselerasi pembangunan berbasis desa di seluruh desa di negeri ini.
Hal tersebut tercermin ketika Bupati I Nengah Tamba, didampingi Kepala Bappeda Litbang Jembrana I Made Sudantra, Plt Kadis Kominfo Jembrana I Made Gede Budhiarta, menyampaikan langsung program Jembrana Satu Data, sekaligus pengajuan proposal di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Selasa (12/4/2022).
Sementara Wamen Budi Arie Setiadi didampingi Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Ivanovich Agusta. Dalam pemaparanya, Bupati Tamba bahwa melalui implementasi Jembrana satu data, kedepan tidak ada lagi kesimpangsiuran data.
Termasuk adanya transparansi serta efisiensi dari masing-masing dinas untuk pemenuhan data.
“Kita bekerja akan lebih transparan, tepat, karena seluruhnya tercatat. Baik itu potensi, data penduduk, hasil bumi dan lainnya yang berkaitan dengan kenegaraan. Jadi masyarakat juga akan dimudahkan karena data yang didapat sifatnya faktual,” paparnya.
Secara teknis, Bupati Tamba memaparkan melalui program Jembrana satu data akan sinergi dengan Kemendes serta BPS. Data yang didapatkan di big data akan terkoneksi dengan data yang didapat di Kemendes termasuk BPS.
“Kita sudah lakukan MoU dengan BPS sehingga program ini sudah menjadi isu nasional. Jadi saya hadir langsung ke Kemendes untuk memastikan serta dukungan infrastruktur pendukung termasuk tenaga survey lapangan,” paparnya.
Bupati Tamba tak lupa memaparkan mengenai Jembrana Emas 2026. Beberapa fokus program yang tengah digulirkan mulai penataan pelabuhan Gilimanuk, Tol Gilimanuk-Mengwi, penataan kawasan wisata sirkuit all in one, rumah tenun, Tibu Klenengeng Tower (TIKTOP), tentunya semua diharapkan berbasis dengan data,” katanya.
Wamendes Budi Arie Setiadi mengapresiasi ide program Jembrana satu data dari desa. Dia berharap langkah ini, bisa dijadikan contoh bagi kabupaten lain sehingga tidak lagi ada tumpang tindih data.
“Kabupaten Jembrana adalah kabupaten pertama yang mencanangkan Sistem Satu Data. Saya harap inovasi ini bisa dicontoh guna mewujudkan data yang berkualitas, terukur sekaligus membantu akselerasi pembangunan berbasis desa,” jelasnya.
Secara prinsip, program ini disebutnya juga sejalan dengan apa yang menjadi fokus Presiden Joko Widodo melalui peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia agar data menjadi terpadu untuk kepentingan negara. (ara,dha)








