
KUTSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung secara konsisten mewujudkan visi menjadi destinasi wisata nomor satu, yang menyajikan sekaligus melestarikan ragam seni dan budaya Bali. Salah satunya melalui pelaksanaan Festival Ogoh-ogoh 2022 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Badung bekerja sama dengan GWK dan Karang Taruna Kecamatan Kuta Selatan, menggelar lomba ogoh-ogoh mini dan tapel ogoh-ogoh. Itu dilaksanakan dengan turut menghadirkan tiga maestro ogoh-ogoh sebagai juri, yakni Marmar Herayukti sebagai pelopor ogoh-ogoh ramah lingkungan, Gusman Surya sebagai ahli anatomi ogoh-ogoh, dan Kedux Garage sebagai ahli ogoh-ogoh mekanik.
Rangkaian festival yang memperebutkan hadiah total Rp 35 juta itu sudah dimulai dari jauh-jauh hari. Yang mana babak penyisihannya, telah dilaksanakan pada 1 Februari 2022 lalu.
Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. Karena menurut dia, itu adalah salah satu langkah generasi muda dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya Bali. Apalagi dia menyadari, seni dan budaya merupakan salah satu hal yang membawa Bali dikenal di mata dunia.
“Pemerintah Kabupaten Badung berani menggelontorkan dana kepada seluruh Yowana yang ada di Kabupaten Badung sekitar Rp 10 juta. Jadi jangan anggap apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung itu hanya menghambur-hamburkan uang. Tetapi guna mendorong Yowana kita berkreativitas, untuk melestarikan dan menjaga seni dan budaya kita,” ucapnya pada momen Final Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Tapel Ogoh-ogoh, Sabtu (2/4/2022) lalu. Ketika itu, turut hadir Marcom & Event Division Head GWK Andre Prawiradisastra, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Kuta Selatan I Wayan Muliana, san Perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan.
Karenanya, Pemkab Badung dipastikan akan senantiasa mendukung pelaksanaan kegiatan semacam itu untuk tetap berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Sebagai motivasi, dalam kesempatan tersebut Sekda Adi Arnawa juga menyerahkan dana senilai Rp 15 juta kepada Karang Taruna Kuta Selatan.
Rencana ajukan sebagai cenderamata negara anggota G20
Sekda Adi Arnawa sempat berpesan kepada generasi muda agar turut membantu mensosialisasikan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan. Dengan harapan, agar pandemi bisa cepat berlalu dan kehidupan kembali normal.
“Kami juga berharap bahwa untuk ogoh-ogoh mini dan tapel ini nantinya bisa digunakan sebagai salah satu cendera mata kepada negara-negara G20. Kita juga akan coba mengkomunikasikan dengan para menteri, mudah-mudahan Bapak Presiden bisa berkenan nanti,” imbuhnya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Kuta Selatan I Wayan Muliana mengatakan, terselenggaranya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan wadah kreativitas kepada generasi muda. Apalagi dia sangat meyakini, karya seni dan lestarinya budaya Bali merupakan penopang dari pariwisata Bali.
Dirinci olehnya, total terdapat 67 peserta yang ikut dalam gelaran lomba ogoh-ogoh mini tersebut. Di luar itu, ada pula 7 peserta yang ikut dalam lomba tapel ogoh-ogoh.
“Semoga ini menjadi tempat atau wadah teman-teman generasi muda untuk belajar dan meningkatkan kreativitasnya, baik di ogoh-ogoh mini, tapel ogoh-ogoh, ataupun ogoh-ogoh yang lebih besar nantinya pada tahun 2023,” imbuhnya sembari mengaku menaruh harapan kepada Sekda Badung untuk senantiasa dapat memfasilitasi generasi muda dalam menyalurkan minat dan bakat.
“Kami harap bakat seniman ogoh-ogoh mini ini dapat diberikan ruang. Termasuk dengan memuseumkan karya-karya mereka, sehingga dapat pula menjadi salah satu tujuan wisata nantinya,” lanjutnya. (adii)








