
KUTA – Berbagai pihak saat ini tengah bergerak untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali, setelah sempat terpuruk oleh pandemi Covid-19. Salah satu di antaranya yakni JustMEAsia yang melakukan kampanye Bali Bangkit dengan menggandeng belasan perempuan berwajah Asia, dan kolaborasi bersama Desa Wisata.
Disampaikan Editor at Large JMA Dwi Sutarjantono, kampanye tersebut juga merupakan rangkaian dari peluncuran JustMEAsia sebagai platform media digital interaktif. Itu merupakan sebuah bentuk baru platform media, yang menggabungkan situs berita, audio, dan visual digital.
Menariknya, dalam peluncuran tersebut juga digandeng 12 perempuan dari berbagai ras di Indonesia. Belasan perempuan itu diklaim mencerminkan wajah-wajah perempuan Asia.
“Jika selama ini representasi wajah Asia hanya yang bermata sipit atau berkulit kuning langsat. Tapi 12 Faces of Asia ini adalah jawaban dari realita yang ada. Bahwa wajah-wajah perempuan yang ada di Indonesia, juga beberapa negara Asia, begitu bervariasi,” sebutnya bersama Managing Partner JustMEAsia Cynthia Limanouw.
12 perempuan terpilih itu, sambung dia, bukanlah sekedar model. Tetapi juga menjadi bagian dari brand campaign yang bisa dimanfaatkan oleh klien untuk mempromosikan produk mereka. Termasuk di antaranya ikut mempromosikan pariwisata Bali, melalui kampanye Bali Bangkit.
Berkenaan dengan itu, belasan model tersebut diterjunkan langsung ke tempat yang memang ingin dipromosikan. Termasuk di antaranya dengan berkolaborasi bersama Desa Wisata.
“Untuk lokasi pertama dalam kampanye Bali Bangkit ini kita ambil di kawasan Gunung Batur, Pantai Nyanyi, dan Ubud. Ke depannya kita akan lakukan ini secara berkesinambungan untuk mempromosikan pariwisata. Harapannya tentu saja agar kegiatan ini bisa turut membangkitkan lagi pariwisata Bali yang selama ini terdampak pandemi Covid-19,” sambungnya sembari mengabarkan bahwa The Faces of Asia akan menjadi sebuah ajang rutin tahunan untuk mencari wajah-wajah natural dan menjadi semacam role model.
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali I Made Mendra Astawa yang turut hadir dalam peluncuran tersebut mengaku sangat antusias menanggapi kolaborasi dimaksud. Karena sangat disadari, sudah dua tahun Bali mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
Bagi dirinya, kolaborasi tersebut merupakan sebuah terobosan sangat positif. Utamanya dalam hal memperkenalkan dan mempromosikan kembali Desa Wisata yang ada di Bali. “Ini adalah momentum untuk menggaet wisatawan asing untuk kembali berlibur ke Bali. Khususnya di tempat-tempat pedesaan, dan tentu pilihannya di Desa Wisata,” ungkapnya.
Melalui sinergi itu, JustMEAsia diharapkan bisa mengangkat potensi-potensi yang ada di Desa Wisata. Termasuk berbagai aktivitas di desa, seperti mencuci, mandi, dan lain sebagainya. “Jadi ini yang diangkat kembali dan menjadi cerita bahwa pernah ada di Bali. Inilah yang juga kita kolaborasikan dengan JustMEAsia agar mengangkat itu,” tambahnya.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, peluncuran tersebut juga dimeriahkan konvoi puluhan motor besar. Turut hadir di antaranya yakni Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali I Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Ajik Krisna. (adi/jon)








