PDAM Karangasem Ditarget Mampu Tekan Kebocoran Hingga 10 Persen

0
214
bimtek PDAM
Bupati Gede Dana saat membuka Bintek Penyusunan Business plan Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027, yang menghadirkan nara sumber BPKP Perwakilan Bali

KARANGASEM — Perumda Tirta Tohlangkir (PDAM) Karangasem mengalami kebocoran distribusi air hingga 20 persen. Kebocoran itu terjadi karena pipa distribusi air milik PDAM sudah termakan usia. Menyikapi kondisi itu, Bupati Karangasem I Gede Dana manargetkan, Perumda Tirta Tolangkir harus mampu menekan tingkat kebocoran hingga 10 persen.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat membuka Bintek Penyusunan Business Perumda Tirta Tohlangkir 2023-2027, yang menghadirkan nara sumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali,Kamis (20/1/2022).

Bintek penyusunan business plan Perumda Tirta Tohlangkir yang melibatkan pejabat terkait dijajaran PDAM Karangasem, juga menghadirkan Kepala Perwakilan BPKP Bali, Muhammad Masykur.
Bintek lebih menekankan pentingnya menyusun perencanaan yang matang dalam mengelola PDAM, sehingga sebagai badan usaha milik daerah, kedepan Perumda Tirta Tohlangkir mampu mendapatkan penghasilan yang lebih bagus.

“Kebocoran sebesar 20 persen itu tergolong masih tinggi. Tapi itu terjadi pada tahun sebelumnya. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Saya berharap kedepan PDAM mampu menekan tingkat kebocoran hingga 10 persen,” pinta Bupati Dana.

Dalam mengantisipasi tingkat kebocoran itu, Bupati mengajak manajemen Perumda Tirta Tohlangkir untuk memetakan semua jaringan yang ada. Hal itu dinilai sangat penting, mengingat jaringan pipanisasi PDAM dibangun saat zaman penjajahan Belanda,sekitar tahun 1928.

“Sebagai perusahan berbasis bisnis orientid, PDAM harus mencari sumber-sumber kebocoran yang ada. Lakukan traking, bila perlu semua sumber air yang diambil dipasangi meteran. Dengan cara ini saya yakin kebocoran yang ada akan cepat bisa diantisipasi,” ucap Gede Dana.

Menjaga kualitas layanan kepada konsumen, Bupati meminta para pegawai PDAM harus bekerja dengan baik, bangun sinergitas. Bukan itu saja Bupati juga menekankan semua pegawai mampu menjadi mata dan telinganya PDAM, sehingga persoalan yang ada cepat bisa ditangani.

“Dalam menyusun perencanaan,PDAM harus memperhatikan azas sehat, selalu berhati hati dan memperhatikan manajemen resikonya. Dalam pemasangan jaringan pipa misalnya, upayakan pemasangan dilakukan dwilayah yang tidak rawan longsor. Bintek penyusunan perencanaan dengan melibatkan BPKP sangat bagus, sehingga program-program yang dijalankan jauh lebih terukur dan tepat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BPKP Bali,Muhammad Masykur, dalam pengarahannya dihadapan peserta Bimtek,mengatakan, penyusunan perecanaan yang bagus di tubuh PDAM akan mampu menyumbang 50 persen menuju keberhasilan dalam suatu usaha.

“Para persrta harus bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini,karena akan membawa dampak kemajuan bagi PDAM Karangasem,” ucapMuhammad Masykur,seraya mendorong PDAM Karangasem untuk mengembakan sayap perusahannya dengan membuat air minum kemasan berkualitas untuk dipasarkan di Karangasem.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir,mengatakan, Bimtek dilakukan untuk memberikan pemahamann tentang petunjuk teknis dalam menyusun perencanaan, sesuai Peraturan Pemerintah tentang Badan Usaha Milik Daerah,Permendagri dan Perda Karangasem.

“Bimtek berlangsung dalam 20 hari kedepan, diikuti 36 orang,mulai dari kabag, kasi, KUPT serta subseksi lainnya. Ini kami lakukan untuk pengayaan (meningkatkan) kualitas SDM di lingkup PDAM,” pungkasnya. (wat/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =