
GIANYAR – Pohon cempaka di Pura Griya Sakti Manuaba, Desa Adat Manuaba, Kenderan, Tegalalang, tumbang menimpa sejumlah bangunan, Rabu (15/12/2021) malam. Saat itu, beberapa warga sedang melaksanakan persembahyangan dan syukurnya terhindar dari musibah.
Informasi yang dihimpun, Kamis (16/12/2021), pohon berusia ratusan tahun memiliki ketinggian 55 meter berdiameter 1 meter itu menimpa balai pesanekan, pelinggih ratu gede, dan arena sabung ayam. Kerusakan pun cukup parah dengan kerugian diperkiaran mencapai Rp 200 juta. Beberapa bangunan juga terungkit oleh akar pohon.
Tumbangnya pohon bertepatan dengan Pegatwakan Galungan dan beberapa masyarakat melaksanakan persembahyangan nebasin hari suci Budha Kliwon sekitar pukul 16.10 WITA.
Warga pun berhamburan setelah mendengar suara batang pohon yang mau patah. “Awalnya terdengar suara krepet-krepet pada bagian akar pohon cempaka dan suaranya makin keras dan kami langsung menyelamatkan diri dan pohon tumbang. Cabang dan ranting menimpa sejumlah bangunan pura. Akarnya mencongkel bangunan anggungan di sebelah utara pohon cempaka,” ujar Jro Nyoman Bola yang saat itu berada di lokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Gianyar Dibya Prasesta mengatakan, proses evakuasi pohon membutuhkan waktu cukup lama dan sempat berhenti karena minimnya pencahayaan. “Kita lanjutkan hari ini dan pohon selesai dievakuasi sekitar pukul 12.00,” ujarnya. (jay)








