
BULELENG – Sempat hilang selama lima hari, Pekak Wayan Mirah (84) beralamat di Banjar Dinas Kajanan Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan, akhirnya ditemukan. Sayang, saat ditemukan petugas Linmas Desa Bengkala, Ketut Suwardana, Senin (13/12/2021) pukul 09.00 wita, Pekak Mirah sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban yang diketahui pihak keluarga pergi dari rumah Rabu (8/12/2021) sekitar Pukul 10.00 wita, ditemukan petugas Linmas Desa Bengkala atas nama Ketut Suwardana pada hari Senin (13/12/2021) Pukul 09.00 wita, tergeletak tak bernyawa di Tukad Aye,” ungkap Kasihumas Polres Buleleng IPTU Gede Sumarjaya, Senin (13/12/2021) usai evakuasi korban.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Kubutambahan ini memaparkan dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kubutambahan terungkap, korban yang pergi dari rumah pada Rabu (8/12/2021) pukul 10.00 wita, tidak pulang hingga malam hari sehingga sempat dilakukan pencarian.
“Upaya pencarian yang dilakukan oleh anak korban bersama dengan aparat desa, 25 anggota Linmas dan warga masyarakat, tidak membuahkan hasil. Karena tidak ditemukan, pihak keluarga kemudian melapor kepada pihak berwajib,” jelasnya.
Setelah dilaporkan, upaya pencarian terus dilakukan aparat kepolisian, linmas dan warga masyarakat. “Dan pada hari Senin (13/12/2021) korban yang sebelumnya juga sempat hilang selama dua hari, akhirnya ditemukan petugas Linmas Desa Bengkala saat melintas di Tukad Aye,” ungkapnya.
Saat ditemukan, kata Sumarjaya, korban yang tergeletak pada sebuah kubangan Tukad Aye, sudah dalam keadaan tidak bernyawa, meninggal dunia.
“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, hal ini dipertegas hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh petugas kesehatan Puskesmas Kubutambahan,” jelasnya.
Dari hasil koordinasi, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah. “Berdasarkan surat pernyataan pihak keluarga, korban yang disebut-sebut mengalami gangguan kesehatan, menderita penyakit pikun, demensia ini sudah deserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (kar,dha)








