
GIANYAR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar merasa dikibuli investor terkait adanya bangunan tambahan di luar Detail Engineering Design (DED) pada proyek Hotel Kappa Di Seres yang mepet dengan Pura Subak Maluang di Banjar Tanggayuda, Desa Kedewatan, Ubud.
Itu terungkap dari hasil sidak Dinas DPMPTSP dan Dinas PU Kabupaten Gianyar ke lokasi pada Rabu (8/12/2021).
Kepala DPMPTSP Gianyar Dewa Alit Mudiarta mengatakan, pembangunan Hotel Kappa Di Seres telah mengantongi izin Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) sesuai Perda Tata Ruang dengan total luas 4,277 meter persegi dan status tanah kontrak. Ternyata, ada bangunan tambahan di luar DED yang mepet dengan Pura Subak Malung atau berjarak 2,5 meter.
“Jadi, bangunan itu memang tidak memiliki izin karena diluar DED (rancang bangunan) yang diajukan saat mengurus PPG. Artinya, itu melebihi pembangunannya, tidak sesuai dengan gambar yang diajukan dan bangunan tambahan itu adalah inisiatif si pemilik bangunan yang rencananya dipakai untuk lobby,” tegasnya.
“Kita mengeluarkan izin sesuai rancang bangunan yang diajukan termasuk sudah sesuai dengan Perda Gianyar tentang tata ruang pasal 88 mengenai radius kesucian kawasan tempat suci yang mengacu pada Bhisama PHDI yaitu kawasan tempat suci di sekitar Pura Kahyangan Jagat, Pura Kahyangan Tiga dan pura lainnya adalah 50 meter untuk bangunan bertingkat dan 25 meter untuk bangunan tidak bertingkat,”jelas Alit Mudiarta.
Ia pun meminta bangunan tambahan itu dibongkar. Jika tidak, pihaknya akan mencabut izin yang telah dikeluarkan.
“Yang disorot ini adalah bangunan tambahan diluar izin yang kita keluarkan dan itu memang tidak boleh. Tadi sudah diberi dan akan kami panggil pemilik bangunan sebagai bentuk ketegasan. Kalaupun mengajukan izin baru dipastikan tidak bisa karena menyalahi aturan,” tandasnya.
Berkaca dari kejadian ini, ke depan pihaknya akan membentuk tim pemantauan untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Selama ini proyek-proyek yang kita keluarkan izinnya sudah berjalan dengan baik, tapi ke depannya kita akan bentuk tim dan kita akan jadikan evaluasi. Tidak semua ternyata baik sesuai harapan kita,” ungkap Mudiarta. (jay)








