
JEMBRANA – Salah satu destinasi yang layak dikunjungi wisatawan adalah Desa Wisata Perancak di Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Lantas apa saja daya tarik wisata yang ditawarkan di desa nelayan tersebut?
Untuk diketahui, desa ini memiliki pantai berpasir hitam dengan panorama lautnya yang terbentang dari ujung timur perbatasan Desa Air Kuning, hingga ujung barat tepatnya dataran Tanjung Tangis. Selain panorama alam pedesaan yang masih asri, Desa Perancak juga memiliki pesona panorama laut dan sungai Muara Perancak.

Pemandangan yang tak kalah menarik, dapat disaksikan di ujung Barat Pulau Perancak, adalah saat terbenamnya matahari, dengan perahu-perahu nelayan yangberjejer sehabis melaut dapat disaksikan di sepanjang alur Muara Perancak.
Untuk berwisata menuju desa ini, sejatinya ada dua jalur jalan darat yang dapat dilalui kendaraan. Pertama dapat melalui jalur utama Tegal Cangkring-Perancak, dengan melalui akses jalan propinsi.
Dengan arah masuk, dari persimpangan traffic light Kelurahan Tegal Cangkring, terus ke selatan menuju Desa Delod Berawah, ke barat melewati Desa Yeh Kuning dan Air Kuning, hingga memasuki Desa Perancak. Jarak tempuh jalur tersebut sekitar 20 kilometer atau 20 menit perjalanan.
Selain jalur tersebut, pengunjung dapat pula melalui Simpang di Patung Adipura Kota Negara, menuju arah selatan, kemudian masuk ke wilayah Kelurahan Dauhwaru, tembus Desa Mertasari, hingga masuk jalan menuju Balai Risert Observasi Laut (BROL), terus melewati Jembatan Seacorm, ke selatan, pengunjung sudah mulai memasuki wilayah Desa Perancak. Untuk jalur kedua ini, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 20 menit.
Sejak menyandang status desa wisata, terdapat sejumlah akomodasi wisata berdiri di sana, diantara hotel maupun home stay. Sentra warung kuliner pun ramai bertumbuh sepanjang jalur pedesaan yang memiliki empat banjar tersebut.
Adapun warung kuliner yang bertumbuh di sana, menawarkan menu ikan laut (seafood) termasuk bumbu khas Perancak. Melalui pembinaan maupun kegiatan promosi wisata dilakukan Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Desa wisata Perancak dapat diakses melalui google maps.
Seiring dibukanya kunjungan destinasi wisata termasuk desa wisata Perancak, pemberlakuan bagi wisatawan berkunjung tetap diberlakukannya PeduliLindungi, setiap pengunjung juga diingatkan mentaati penerapan protokol kesehatan (prokes) di setiap objek wisata yang ada di Kabupaten Jembrana.
Yang tak kalah menariknya, di Desa Wisata Perancak tersedia tempat penangkaran serta pelestarian satwa penyu Kelompok Kurma Asih di Banjar Mertasari.
Selain panorama pantainya menawan, Desa Perancak juga mengalir sebuah sungai yang bermuaranya langsung menuju lautan lepas. Aliran sungai Perancak, merupakan pertemuan sejumlah sungai besar berpusat di sebuah ceruk yang bisa disebut Tibu Kleneng.
Yang tak kalah mengagumkan melengkapi Desa Wisata Perancak, terdapat sebuah pura yakni Pura Gede Perancak. Pura yang bersatus pura Dangkhayangan ini, memiliki nilai spiritual tinggi, sehingga sangat layak untuk kegiatan wisata religius.

Pura Gede Perancak yang bersatus pura Dangkhayangan memiliki nilai spiritual tinggi, sehingga sangat layak untuk wisata religius.
Terhadap keberadaan Muara Perancak, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengagas untuk dipadukan dengan pengembangan wisata air, UMKM, industri perikanan, termasuk pelabuhan kapal di bawah 30 GT.
Bupati Tamba tengah menyiapkan perencanaan Tibu Kleneng Tower Park (Tiktop). Tiktop akan dibangun disana, karena potensi disana lengkap sekali, tidak hanya laut, nelayan sungai, ada tempat suci, sungai di sana merupakan pertemuan 9 sungai atau sungai gangganya Jembrana. (ara,dha)








