Penutupan Toko Non Esensial dengan Pendekatan Persuasif

0
330
Pendekatan persuasif, Toko Seluler dan Minimarket hanya boleh buka, dan bisa melayani penjualan produk esensial

BULELENG – Pendekatan persuasif yang dilakukan Tim Gabungan Satpol-PP dibackup TNI/Polri dalam upaya penertiban pegadang, toko penjual produk non esensial menuai hasil menggembirakan. Pada operasi melibatkan Wakil Bupati (Wabup) dan Anggota Forkompinda Kabupaten Buleleng, pengelola toko penjual produk non esensial seperti handphone berikut asesoris dan alat olahraga, dengan sukarela mentaati aturan PPKM Darurat.

“Melalui pendekatan persuasif, komunikasi serta diskusi yang dilakukan oleh Bapak Wakil Bupati dan Anggota Forkompinda, sejumlah pengelola toko seluler seperti Fendy Seluler dan Badilan, serta Minimarket Clandy’s yang menjual produk non esensial, menyatakan dapat memahami tujuan dari PPKM Darurat,” tandas Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa, Kamis, 15 Juli 2021.

Didampingi Wabup Sutjidra, Kajari Buleleng, Putu Gede Astawa dan Kasatpol PP Putu Artawan, mantan Kapolres Tabanan ini mengungkapkan, melalui pendekatan persuasif pengelola toko menyatakan memahami pentingnya kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan PPKM Darurat dalam upaya pengendalian Pandemi Covid-19.

“Tadi sempat terjadi perdebatan, terkait pemahaman aturan PPKM, namun setelah diskusi dan kita berikan pemahaman terkait tujuan PPKM Darurat untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, para pemilik tokol seluler maupun minimarket, sepakat menutup stand penjualan produk non esensial,” jelasnya.

Toko seluler buleh buka, namun hanya bisa melayani penjualan pulsa dan kartu seluler yang termasuk produk esensial.

“Untuk minimarket, boleh buka dan hanya bisa melayani penjulaan produk esensial, seperti sembako dan kebutuhan pokok sehari-hari. Diluar daripada produk esensial ditutup,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here