
BADUNG – Seorang siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Kuta Selatan (Kutsel) pingsan setelah disuntik vaksin Covid-19, Selasa 13 Juli 2021. Remaja berinisial KC itu dilarikan ke Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua.
Putu Arwata selaku orang tua KC saat dihubungi menyampaikan kondisi anaknya sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter sekitar pukul 17.00 WITA.
Ia menceritakan, awalnya mendapat kabar dari teman anaknya yang menceritakan kondisi KC usai divaksin. Arwata bersama istrinya bergegas ke sekolah. “Setibanya di sekolah, saya melihat putri saya sudah terbaring di ruang kelas,” ucapnya.
Lebih dari satu jam menunggu observasi, Arwata merasa tidak ada tindakan. Malahan, ia ditawarkan membawa putrinya pulang menggunakan ambulans Desa Kutuh. “Masalah mengantar dengan ambulans, saya sendiri bisa bawa anak saya pulang. Tapi, mekanismenya ini yang tidak tepat, sistemnya tidak benar. Yang saya minta, berikan rekomendasi dari dokter. Kalau dokter sudah beri rekomendasi anak saya boleh dibawa pulang, maka ketika itupun saya pulang,” ujarnya.
Menurutnya, rekomendasi dokter merupakan hal penting dalam situasi dialami putrinya terutama berkaitan dengan tanggung jawab. “Setelah saya jawab demikian, datanglah dokter untuk mengecek tensi dan hasilnya normal. Namun, anak saya sempat kejang-kejang. Begitu cek tensi, hasilnya rendah dan saya diminta untuk menunggu observasi selama 20 menit,” ungkapnya.
Hingga aktivitas vaksinasi usai, Arwata tak kunjung mendapat kepastian. Akhirnya, ia bersama guru memutuskan membawa putrinya ke RS Surya Husadha.“Jadi, tidak ada (petugas) medisnya saat itu. Yang ada hanya tim ambulans Desa Kutuh,” ujarnya dengan nada kesal.
Arwata juga sempat menghubungi nomor handphone atas nama Wayan Suardika yang tertera pada Kartu Vaksinasi Covid-19 putrinya. Namun, ia lagi-lagi dibuat emosi karena yang bersangkutan mengaku bukan dokter dan tidak tahu-menahu kenapa namanya dicantumkan pada kartu vaksin.
Arwata sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Sebagai Kepala Perumahan Raya Kampial, dirinya selama ini getol mengampanyekan program vaksinasi Covid-19. “Saya tidak ada niat menjelekkan pemerintah. Karena menurut saya pemerintah yang ada di atas, mulai dari Presiden, itu sudah bagus. Tapi sepertinya yang di bawah ini tidak menjalankan apa yang dimandatkan beliau di atas,” sebutnya.
Respon cepat untuk situasi emergency dipandang menjadi hal penting dalam pelaksanaan vaksinasi. “Jangan seolah menganggap sepele terhadap gejala apapun yang muncul setelah vaksinasi. Jangan samakan antibodi semua orang,” tegasnya sembari menyebut vaksin yang diberikan ke anaknya jenis CoronaVac sesuai tertera pada kartu vaksinasi.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr I Nyoman Gunarta menyampaikan, dari laporan yang diterimanya, siswi bersangkutan mendapat suntikan vaksin sekitar pukul 09.15 WITA. “Kondisinya sudah membaik setelah dirawat di Surya Husadha,” ungkapnya.
Menurut Gunarta, kondisi KC terbilang stabil, mulai dari tensi, denyut nadi, maupun saturasi oksigen. Namun, atas permintaan pihak keluarga, KC diobservasi di rumah sakit. (adi)








