Trik Desa Kesimpar Jaga Lingkungan, Kurangi Residu, Optimalkan Tatakelola Sampah Rumah Tangga

0
569
Perbekel Desa Kesimpar I Gede Intaran

KARANGASEM—Sampah tidak hanya menjadi masalah bagi warga masyarakat perkotaan. Masyarakat di pedesaan juga mengalami hal yang sama. Ini juga dialami Desa Kesimpar, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Sampah rumah tangga yang dibuang sembarang oleh masyarakat dikawatirkan akan memunculkan residu tinggi dan mengancam sanitasi lingkungan desanya.

Perbekel Desa Kesimpar, I Gede Intaran, mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi itu. Mengurangi tumpukan residu akibat warga sembarangan membuang sampah, pihaknya bersama pemangku kebijakan yang ada di Desa Kesimpar mengotimalkan tata kelola sampah rumah tangga yang selama ini dikeluhkan.

BACA JUGA:   Seniman Lukis Memuaskan Hasrat Saat Musim Layangan

Program prioritas yang sedang dirancang Pemerintahan Desa Kesimpar itu, sejalan dengan upaya Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup I Wayan Artha Dipa dalam meminimalisasi sampah residu milik masyarakat.

Kendati baru sebatas rancangan, namun program prioritas pengelolaan sampah itu sudah masuk dalam anggran APBDes 2021.

“Ini baru dalam tahap perencanaan, tapi semua anggarannya sudah kita sediakan mulai dana desa (DD),” terang I Gede Intaran, Selasa 11 Mei 2021.

BACA JUGA:   Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Daerah

Sejatinya, lajut dia, program penanganan sampah rumah tangga di desanya sudah muncul dalam APBDes 2020. Tapi akibat anggaran yang ada direfocusing untuk penanganan Covid-19, rencana tersebut ditunda dan dilanjutkan tahun ini.

“Kebersihan bagian dari kesehatan. Ini juga menjadi program prioritas kami di desa. Pengelolaan sampah rumah tangga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ucap mantan anggota DPRD Karangasem itu.

Intaran menegaskan, sampah rumah tangga nantinya benar-benar dikelola dengan baik. Dimulai dari pemilihan sampah residu dengan sampah organic dimasing-masing rumah tangga. Semua sampah rumah tangga diangkut dengan kendaraan khusus pengangkut sampah.

BACA JUGA:   Penataan Pura Besakih Telan Anggaran 1 Triliun, Penganggaran Secara Sharing

“Sampah residu kita langsung bawa ke TPA, sedangkan sampah organiknya kita olah menjadi compos dan bekerjasama dengan Simantri untuk bisa dijadikan pupuk. Kita juga akan siapkan armadanya. Anggarannya sudah ada, kalau tidak ada refocusing langsung kita lakukan pengadaan mobil pengangkut sampah,” pungkas Intaran. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here