
GIANYAR – Puluhan warga Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, yang terkena PHK karena pandemi Covid-19 bisa tersenyum lega. Sebab, mereka dipekerjakan untuk pengerjaan proyek jalan usaha tani dalam program padat karya tunai (PKTD) di wilayah setempat.
Perbekel Desa Sayan I Mande Andika mengatakan, pengerjaan program jalan usaha tani dilakukan sekitar 34 orang yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) serta beberapa diantaranya kena dampak Covid-19.
Menurutnya, salah satu syarat pada program tersebut yakni setengah dari anggaran harus dijadikan upah dan perbaikan jalan usaha tani di Desa Sayan dianggarkan sekitar Rp 95.546.017. “Ada syarat setengah dari itu manjadi upah pekerja dan itu sangat membantu masyarakat,” ujarnya pada Selasa 27 April 2021.
Kondisi jalan yang mendapat perbaikan itu sebelumnya rusak parah sehingga menghambat mobilitas petani. Bahkan, beberapa warga yang melintas juga pernah terjatuh. “Dengan volume 251 meter kibik, panjang jalan usaha taninya mencapai 187 meter. Pengerjaanya selama dua bulan dan anggarannya bersumber dari pusat. Sedangkan untuk upah tukang Rp 150 ribu, tukang bongkar Rp 125 ribu, pekerja Rp 100 ribu. Pengerjaan hampir rampung, tinggal 68 meter lagi,” jelasnya.
Data yang dihimpun, dana desa tahun 2021 di Kabupaten Gianyar yang dialokasikan untuk padat karya tunai sebesar 12,9 miliar. Sedangkan pagu dana desa untuk 64 desa Rp 65 miliar. Sisanya diperuntukan untuk PPKM mikro dan penanganan Covid-19 sekitar Rp 5,8 miliar. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 18 Miliar, dan kegiatan lainya seperti bidang kesehatan dan pendidikan Rp 28,7 miliar. (jay)








