Duh, Sirnas I Panahan Ditunda Lagi

0
46
RAPAT koordinasi antara BPBD Bali, KONI Bali dan Panpel Sirnas I Panahan.

DENPASAR – Akibat kasus pandemi Covid-19 belum turun dan masih fluktuatif, Sirkuit Nasional (Sirnas) I Panahan yang rencananya digelar 3-9 Februari mendatang kembali ditunda. Penundaan ini kedua kalinya setelah sebelumnya even yang awalnya digelar di Jakarta lalu juga ditunda dan dipindah ke Bali. Namun kondisi yang belum normal dari pandemi, penundaan terjadi la

Seperti diutarakan Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin, Sirnas I Panahan akhirnya izin rekomendasinya ditunda yang artinya gelaran even itu juga ditunda.

“Ya ini karena memang pemerintah belum bisa mengizinkan even tersebut digelar. Tapi ini istilahnya ditunda bukan dibatalkan. Tinggal melihat saja perkembangan ke depannya. Harapan kami akan terjadi penurunan kasusnantinya sehingga even ini bisa dihelat,” kata Rentin saat rapat koordinasi atara Panitia Pelaksana (Panpel) Sirnas I Panahan, pihaknya dan KONI Bali di KONI Bali, Rabu (06/1/2021).

Diharapkan kondisi kembali normal secepatnya, apalagi sekarang ini vaksin sudah ada dan hanya tinggal menunggu hasil vaksin ke depannya.

“Kami optimis akan menurun ke depanya. Namun sekarang ini memang kondisinya belum kondusif sehingga even panahan ini tidak bisa digelar sekarang. Tapi penundaan ini belum bisa dipastikan kapan bakal bisa lagi digelar. Nanti kami koordinasi lagi,” tegas Rentin.

Sementara itu, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi menjelaskan jika KONI Bali memang telah mengeluarkan surat rekomendasi gelaran Sirnas itu namun semuanya kembali kepada Pemerintah di Bali.

“Kami merupakan kepanjangan tangan pemerintah, jadi kami juga mengikuti keputusan pemerintah. Kalau memang sekarang Sirnas I Panahan harus ditunda karena keputusan Pemerintah maka ya harus dimaklumi. Jangan dipaksakan nanti repot jadinya,” papar Suwandi.

Di Lain pihak Ketua Panpel Sirnas I Panahan Infithar Fajar Putra mengutarakan jika penundaan ini bakal dilaporkan ke PP Perpani, dan menunggu bagaimana keputusan PP Perpani nantinya.

“Ya kalau ditunda mungkin kami lihat pada akhir Maret atau awal April digelar  namun juga tetap menunggu sinyal pihak BPBD Bali,” pungkas Fajar Putra. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here