Estimasi Peluang Raihan Prestasi Bali di PON Papua

0
58
Nyoman Yamadhiputra


DENPASAR – Dalam menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang, KONI Bali kini sudah mulai melakukan estimasi atau perkiraan hitungan raihan medali terutama medali emas, demi menjaga posisi 6 besar. Matematis disiapkan matang termasuk berdasarkan dari sport intelligence yang telah dijalankan KONI Bali.

“Memang harus ada estimasi emas dan menyerap informasi soal kekuatan dan kelemahan terutama daerah rival dekat di ranking PON XIX/2016 di Jawa Barat silam. Pada PON Papua Bali turun di 28 cabang olahraga (cabor) dari 37 cabor yang dipertandingkan atau mengikuti 195 nomor dari 679 nomor yang dipertandingkan,” kata Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra mendampingi Wakil Ketua Umum II KONI Bali Maryoto Subekti pada Focus Group Discussion (FGD) di Denpasar, Senin (28/12/2020).  

Ditambahkan Yamadhiputra yang juga Ketua Umum Pengprov FOPI Bali itu, untuk cabor yang diikuti prosentase peluang prestasi mencapai 75,6 persen sedangkan untuk peluang prestasi di nomor yang dipertandingkan mencapai 57,1 persen.

“Karena itulah kami juga memetakan untuk cabor yang diprediksi meraih medali minimal sekitar 2 emas seperti diantaranya atletik, silat, judo dan layar. Sementara cabor yang peluang medali antara 1-2 emas yakni cabor  renang, panjat tebing, kempo, cricket serta tarung derajat. Sedangkan cabor yang dikategorikan masih ada tantangan bisa mencuri 1 emas diantaranya taekwondo, balap motor, renang, angkat besi dan Menembak. Sementara cabor yang digolongkan susah mewujudkan medali emas seperti basket, selam, voli, sepak takraw dan Rugby,” papar Yamadhiputra.      

Di lain pihak, Maryoto Subekti memaparkan, semua itu juga disiapkan skenario efisiensi dengan mengirim atlet yang potensi saja dalam meraih medali jika dana tak mencukupi. Tapi sampai sejauh ini masih belum diputuskan berapa atlet bakal dikirim ke PON Bali namun sekarang ini tetap atlet yang lolos PON yang diproyesikan dikirim.

“Kecuali nanti jika pemerintah meminta agar dana bantuan hibah dari Pemprov Bali Rp 39 Miliar itu saja digunakan maka akan dilakukan efisensi. Pasalnya kan KONI itu perpanjangan tangan pemerintah jadi ya kami akan menjalankan apa yang menjadi keputusan dan kebijakan pemerintah,” tutup Maryoto Subekti. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here