
GIANYAR – Tahun ini, kasus stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita di Kabupaten Gianyar turun signifikan 6,4 persen. Bahkan, Gianyar menduduki peringkat pertama di Bali dan ketiga terbaik nasional dalam penanganan stunting.
Sebelumnya di tahun 2013, kasus stunting di kabupaten dijuluki Bumi Seni itu mencapai 40,99% hingga dinyatakan tertinggi di Bali. Menurut Ketua TP PKK Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, penanganan stunting di daerahnya tidak terlepas dari peran PKK dan Posyandu. “Di Gianyar 2.830 kader posyandu dengan 565 kelompok. Semua kader telah dilatih dengan sistem tujuh meja yang masing-masing memiliki perannya” katanya, Minggu (29/11/2020).
Selain itu, juga dibentuk pendamping posyandu di masing-masing desa yang bertugas memantau semua kelompok dan diberikan pelatihan membuat menu makanan sehat untuk Pemberian Makan Tambahan ( PMT) bagi bayi dan balita serta ibu hamil. Memberikan penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi/balita serta sosialisasi untuk gemar makan ikan. “Dalam 1.000 hari kelahiran sangat perlu diperhatikan asupan gizi dan tumbuh kembang bayi atau balita sehingga tinggi badan dan berat badan selalu dapat dipantau” ungkap Ida Ayu Surya.
Pihaknya juga memastikan enam paket layanan dasar di tiap-tiap desa tetap berjalan seperti KIA (Kartu Identitas Anak), konseling gizi, sanitasi dan air bersih, jaminan sosial, PAUD, pemberian makanan tambahan bagi bayi, balita dan ibu hamil. “Dengan berjalanya enam paket ini diharapkan Gianyar kedepannya bebas dari stunting” harapnya. (jay)








