
DENPASAR – Langkah Ketua Umum KONI Denpasar IB. Tony Astawa untuk maju dan memimpin kembali pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Denpasar Desember mendatang, kian dekat.Semua itu karena dirinya hanya membutuhkan 20 surat dukungan dari Pengkot cabang olahraga (cabor) dibawah KONI Denpasar sebagai voter atau pemilik suara pada musorkot nantinya. Sementara ini pria yang akrab disapa Gus Tony yang diminta mayoritas maju lagi sudah mengantongi 13 surat dukungan Terhitung sampai Kamis (26/11/2020). Gus Tony masih butuh tujuh dukungan resmi lagi.
Tiga belas surat tersebut datang dari pengkot cabor Perpani (panahan), Askot PSSI Denpasar (sepakbola), Perbasi (basket), FOKSI (kabaddi), Pergatsi (gateball), Perkemi (kempo), PASI (atletik), PJSI (judo), PRSI (renang), Persani (senam), Pertina (tinju), PSTI (sepaktakraw) dan IWbA (woodball). Sedangkan beberapa pengkot cabor lainnya yang sudah menyatakan dukungan secara lisan dan bakal menyetorkan surat dukungan yakni Perbakin (menembak) dan FPTI (panjat tebing).
Hal lainnya kini hanya tinggal menambah setidaknya 7 surat dukungan saja maka Gus Tony akan melenggang menjadi Ketua Umum KONI Denpasar periode II. Itupun juga tergantung nanti restu dari pihak Pemkot Denpasar dalam hal ini Walikota yang baru.
“Memang sementara ini surat dukunga secara resmi dan semua bermaterai 6000 yang sudah masuk ada 13 surat. Saya rasa semuanya masih berjalan karena waktu musorkot KONI Denpasar juga masih Desember pertengahan atau akhir. Karena kalau awal kan masih persiapan atau setelah baru adanya Pilwali,” ungkap Wakil Sekretaris Umum KONI Denpasar Made Darmiyasa ketika dihubungi, Kamis (26/11/2020).
Disebutkannya jika sebagian besar pengkot cabor mendukung Gus Tony karena kinerja yang bagus dan selalu memperjuangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan pengkot cabor terkait pembinaan.
“Sampai saat ini juga masih belum ada calon Ketua Umum lainnya yang disodorkan pengkot cabor. Dari segi komunikasi dengan Pemkot Denpasar selaku pemberi dana bantuan dalam bentuk hibah pak Gus Ton juga dinilai sangat mampu. Dan jumlah surat dukungan tersebut bisa terus bertambah,” tutup Darmiyasa. (ari)








