TABANAN- Baru seminggu bertugas sebagai Kapolsek Baturiti AKP Pacmi Hamdani, namanya dicatut seseorang yang tidak bertanggungjawab. Orang yang mengaku sebagai Kapolsek meminta uang pada I Wayan Sugiana (40) warga Banjar Peneng, Mekarsari, Baturiti pemilik UD Suar. Tidak tanggung-tanggung pelaku meminta uang sampai Rp 150 Juta dalam lima kali transfer dengan alasan biaya operasional menerima kunjungan Kapolda di Bedugul. Kasus tersebut terjadi Kamis (11/6/2020) siang dan langsung dilaporkan ke Polsek Baturiti.
Informasi yang berhasil dihimpun, sekitar pukul 13.00 WITA Korban Sugiana mendapat telpon dari seseorang mengaku Kapolsek Baturiti AKP Pacmi Hamdani. Orang tersebut meminjam dana karena akan ada kunjungan Kapolda di Bedugul. Orang tersebut berdalih, tidak ada dana operasional untuk itu sehingga mau meminjam uang. Karena suaranya sangat mirip dengan suara Kapolsek, korban percaya begitu saja dan tidak melakukan klarifikasi.
Kemudian korban mentransfer dana sebanyak lima kali, Rp 40 Juta, Rp 35 Juta, Rp 40 Juta Rp 20 Juta dna terakhir Rp 15 Juta. Saat selesai mentransfer yang terakhir, korban baru tersadar dan baru klarifikasi menghubungi Kapolsek. Saat menghubungi Kapolsek diberitahu kalau dirinya sama sekali tidak ada meminta pinjam uang. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baturiti.
Kapolsek Baturiti AKP Pacmi Hamdani ketika dikonfirmasi membenarkan kasus penipuan yang mencatut namanya tersebut. Bahkan aknomun tersebut juga menghubungi camat dan beberapa perbekel. Kini pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya, Jumat (12/6/2020) (jon)








