
BULELENG – Isu, kalau tidak mau dikatakan informasi hoax tentang majunya Penjabat (Pj) Bupati Buleleng dalam kontestasi politik, Pilkada Buleleng Tahun 2024 disikapi serius Ketut Lihadnyana.
Selain penegasan tidak maju sebagai calon bupati maupun wakil bapati karena tidak direstui keluarga, penjabat Eselon II Pemprov Bali yang mendapat kepercayaan Mendagri Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian menatakelola pemerintahan kabupaten (Pemkab) Buleleng ini juga menyatakan tidak akan masuk kancah politik.
“Disamping ongkos, saya tidak memiliki kemampuan manajerial untuk memimpin, keluarga juga tidak merestui dan saya sudah memiliki rencana hidup wanaprasta dan sudah belajar,” tandas Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana usai menerima audensi Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) di Rujab Bupati Buleleng, Rabu (5/6/2024).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan rencana ‘ngewanaprasta’ (hidup wanaprasta,red) ini dilakukan karena memperhatikan faktor umur.
“Karena diumur-umur tertentu, sudah seharusnya kita lebih mengendalikan diri dari sifat-sifat menusia seperti sadripu dan yang kita inginkan adalah ketenangan lahir batin,” terangnya.
Sebagai birokrat, Lihadnyana hanya berharap bisa mengemban tugas sebagai Pj. Bupati Buleleng untuk mengisi kekosongan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, Pemilu dan Pilkada Buleleng serta percepatan pembangunan daerah dengan baik.
“Bukan menjadi kepala daerah dan saya mengajak, sebagai orang Buleleng mari kita membangun jiwa untuk merasa memiliki Buleleng, dimanapun kita berada Buleleng harus ditempatkan paling atas. Yang paling kami harapkan saat ini adalah ijinkan kami melaksanakan tugas selaku Pj Bupati Buleleng, sehingga benar-benar bisa meletakkan satu landasan pemerintahan yang kuat untuk dilanjutkan kepala daerah terpilih,” pungkasnya. (kar/jon)








