
Pecalang Desa Adat Bualu siap ikut terlibat sukseskan penyelenggaraan WWF ke-10 tahun 2024 di Bali.
BADUNG – Pecalang Desa Adat Bualu menyampaikan kesiapannya untuk ikut terlibat menyukseskan penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024. 32 orang siap dikerahkan, guna menjaga keamanan wilayah dalam masa penyelenggaraan hajatan internasional tersebut.
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pecalang Desa Adat Bualu, I Wayan Eka Sudiarsa. Kata dia, dalam pelaksanaannya nanti, puluhan pecalang tersebut akan dibagi ke dalam dua shift, yakni pagi-sore dan sore-malam. Bahkan jika dibutuhkan tambahan personil, pihaknya akan turut menerjunkan pecalang banjar.
Disampaikannya pula, komunikasi dan koordinasi awal sebelumnya telah dilakukan bersama TNI dan Polri berkenaan dengan keterlibatan dimaksud. Yang mana biasanya, pecalang akan ditempatkan pada ring tiga termasuk beberapa titik strategis. “Kami belum ada koordinasi lanjutan dengan pihak TNI dan Polri. Nanti direncanakan akan ada technical meeting soal pengamanan WWF,” sambungnya.
Meski demikian, pihaknya dipastikan telah melakukan persiapan secara mandiri. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti tingginya antusiasme pecalang untuk ikut terlibat, karena sadar akan pentingnya kesuksesan penyelenggaraan WWF di Bali. “Walaupun lelah, tetapi kami senang. Karena kami melihat dampak dari kegiatan ini sangat berpengaruh kepada kunjungan wisatawan asing ke depannya,” sebutnya.
Karenanya, pelaksanaan WWF tahun ini diharapkan dapat sekaligus menjadi kesempatan bagi Bali untuk menunjukkan berbagai keunggulan sebagai tuan rumah. “Harapan saya cuma satu, semoga WWF yang terselenggara di Bali dan Indonesia pada umumnya ini bisa berjalan lancar dan berdampak kepada kunjungan wisatawan ke depannya,” pungkasnya. (adi,dha)








