
DENPASAR – Dinamika politik yang terjadi menjelang Pemilu legislative dan pemilihan presiden di tahun 2024 mendatang, masih menjadi perdebatan panjang terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batasan usia calon wakil presiden pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Keputusan akan sah ditetapkannya atau digantinya paket paslon tersebut masih menunggu keputusan MK. Sementara KPU baru akan menetapkan pasangan capres dan cawapres setelah adanya keputusan MK sebelum 8 Nopember 2023.
Ditengah perdebatan tersebut, pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD yang diusung partai PDI Perjuangan dengan koalisinya PPP, Partai Hanura dan Partai Perindo terus bergerak cepat membangun komunikasi politik ke masyarakat dan membangun pencitraan sehingga tingkat keterpilihan atau elektabiltas capres-cawapres, Ganjar-Mahfud semakin tinggi apalagi didukung dengan pasalon yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi.
Salah satunya di Bali, tim pemenangan juga sudah terbentuk dan tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari pusat untuk tim pemenangan di Bali.
Pemilihan presiden pada 14 Pebruari 2024 mendatang yang juga bersamaan dengan pemilihan wakil rakyat DPRD, kabupaten, Provinsi, DPRRI dan DPDRI akan sangat menentukan perjalanan Indonesia lima tahun kedepan.
“Pilpres 2024 sudah ada tiga paket paslon dan satu paslon masih menjadi perdebatan seiring dengan keputusan MK. Laporan para guru besar dan masyarakat, menyoroti pelanggaran hakim MK dalam keputusannya,”ujar Gde Wirajaya Wisna dalam chanel Youtube Hanura Bali, Senin (31/10/2023).
Sekretaris DPD Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna menjelaskan, sejak calon presiden Ganjar Pranowo diumumkan oleh PDIP, Partai Hanura dibawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang langsung mengumpulkan semua jajaran partainya dari DPP, DPD dan DPC se Indonesia yang memutuskan untuk bergabung bersama PDIP mendukung dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden periode 5 tahun kedepan.
“Hanura dari awal sejak diumumkan, Hanura kumpulkan kader mendukung Ganjar Pranowo,”ujarnya.
Sementara setelah penentuan paket pasangan calon yang menunjuk Mahfud MD sebagai calon Wakil Presiden partai politik yang sudah bergabung bersama PDIP, PPP, Hanura dan Perindo, penentuan pasangan calon wakil presiden Mahfud MD elektabilitas paslon capres-cawapres Ganjar-Mahfud semakin meningkat pada angka 35 persen.
Wirajaya Wisna mengatakan, secara perundang-undangan sudah tidak ada masalah terhadap paket yang diusung dan chamistry paslon sangat bagus.
”Ganjar orangnya adem, wawasan dan prilaku kebangsaan sangat ditunjukan dan Mahfud MD merupakan figure yang berpengalaman dan ceplas ceplosnya sebagai Mentri Polhukam, mendapat tanggapan positif deri masyarakat surveynya terus naik. Keyakinan kami dari Hanura bersama pengusung parpol, Ganjar-Mahfud diyakini bisa menang,”ujarnya sembari menambahkan khususnya di Bali bisa menang sesuai target yang ditetapkan Ketua tim pemenangan hingga 95 persen
Pihaknya berharap, dalam pesta demokrasi khususnya Pilpres 2024, semua tim harus bekerja keras saling bahu-membahu antar partai.
“Pilpres 2024 merupakan kesempatan masyarakat Indonesia menyambut pesta demokrasi dan jangan sampai salah pilih menuju Indonesia emas 2045,”pungkasnya. (arn/jon)








