
GIANYAR – Kebakaran lahan di kabupaten Gianyar selama musim kemarau ini cukup luas. Sekitar 6,75 haktar lahan yang didominasi ditumbuhi oleh tanaman kering hangus dilalap api. Luas lahan tersebut tersebar di 7 kecamatan pada 24 titik.
Kepala Kasat pol PP Gianyar, I Made Watha menyebutkan, pada musim kemarau sangat rentan terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh membakar sampah dan keringnya bahan-bahan yang mudah terbakar. “Bahwa dalam bulan ini sudah hampir 6,75 ha lahan kosong ditumbuhi alang-alang terbakar,” ujar Watha, Kamis (26/10).
Terbakarnya lahan alang-alang tersebut akibat ulah manusia atau warga yang bakar sampah sembarangan. “Syukur petugas damkar kita sigap dan atensi begitu ada laporan, dari warga sehingga tidak terjadi merembet api ke lingkungan rumah penduduk sekitarnya,” jelasnya.
Sementara kebakaran lahan terakhir terjadi, Rabu (25/10) di jalan Silakarang, Banjar Kediri. Sekitar 50 are lahan alang-alang ludes dilalap api. Api berasal dari pembakaran sampah yang. “Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam,” tandas Watha.
Menurut Watha, dalam cuaca panas ini warga harus berhati-hati dalam memkabar sampah. “Membuang puntung rokok pun harus berhati-hati. Hal yanh terlihat sepele bisa menyebabkan musibah besar dan merugikan,” jelas pejabat asal Ketewel ini.
Dalam mengantisipasi kabakaran, Watha sebelumnya telah mendorong akomodasi pariwisata yang ada di Gianyar agar ikut tanggap dan siaga terhadap musibah yang tiba-tiba bisa terjadi.
Begitu juga antisipasi kebakaran di masyarakat, pihaknya pun telah mensosialisaiskan berulang, dalam cuaca terik ini agar tidak membakar sampah yang bisa memicu kebakaran lahan atau tempat lainnya.
“Sampah lebih baik dijadikan kompos. telah kita himbau pada Masyarakat via pemdes, mengingat cuaca panas yang menyengat, dihimbau agar jangan bakar sampah Karena akan memicu polusi udara yang buruk dan kebakaran lahan yang nanti bisa merembet ke rumah penduduk sekitarnya,” tandas Watha (jay)








