
BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop-UKM) Kabupaten Buleleng mengapresiasi perkembangan Usadha Bali Kuno (UBK) di Bali, khususnya di Bali Utara.
Tak hanya sebagai pelestarian warisan leluhur pengobatan tradisional Bali, Usada Bali Kuno, upaya untuk mewujudkan keluarga sehat dengan Minyak Belog bersama para pengusadha (pelaku pengobatan tradisional Bali,red) juga diapresiasi sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta produk sendiri yang patut didukung oleh semua pihak.
“Disini, kami Disdagprinkop-UKM bersama Dinas Kesehatan selaku pemerintah hadir mengapresiasi kegiatan ini dengan memberikan dukungan berupa fasilitas tempat pelaksanaan pelatihan Usadha Belog,” ungkap Kepala Disdagkopprin-UKM Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiartha usai membuka kegiatan yang digelar Yayasan Usadha Belog Bali di Gedung PLUT Buleleng, Sabtu (7/10/2023).
Didampingi Kabid PSDK Dinkes Buleleng Putu Agus Hartawan, Kadisdagkop-UKM Sudiartha menandaskan, selain fasilitas tempat pelatihan pengusadha di Kabupaten Buleleng pihaknya juga mendorong pengembangan usaha Minyak Belog yang diramu dari berbagai macam tumbuhan nusantara ini di Bali Utara.
“Yang pertama kita bangga menggunakan produk lokal, karena ini kebijakan nasional dan bapak gubernur, bagaimana kita sepenuhnya menggunakan produk lokal.Dan Minyak Belog ini adalah produk lokal peninggalan usadha bali kuno yang memang menggunakan bahan baku lokal, khas Bali. Sehingga perlu kita pertahankan dan lestarikan, apalagi manfaatnya betul-betul luar biasa membuat masyarakat kita lebih sehat, lebih segar dan astungkara bisa mempercepat penyembuhan,” ungkap Sudiartha yang juga mendorong pengembangan produuk yang telah mengantongi ijin BPOM dan Halal ini bersama UMKM di Kabupaten Buleleng.
Senada dengan Kadisdagkop-UKM Buleleng, Putu Agus Hartawan selaku Kabid PSDK Dinkes Buleleng juga mengapresiasi kehadiran obat tradisional berupa Minyak Belog dan para pengusadha sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Buleleng dan Bali umumnya, yang sehat.
“Dari dinas kesehatan mengapresiasi kegiatan ini sangat mendukung upaya promotif dan preemtip, mencegah masyarakat agar tidak sakit, kalaupun sakit itu bisa ke fasilitas kesehatan,” tandasnya.
Keberadaan Minyak Belog yang sudah memiliki ijin BPOM dan Halal, tentu harus dilengkapi pengusadha yang terlatih dan bersertifikat, memiliki kompetensi memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Setelah pelatihan ini, kami mendorong agar para pengusadha mendapatkan sertipikat dan ijin operasi layanann kesehatan yang dapat diproses melalui OSS dan Dinas Perijinan, sehingga produk maupun layanan kesehatan yang diberikan aman bagi pengusadha mapun pasien,” tegasnya.
Sementara drh. I Made Haribawa selaku trainer ahli dari Yayasan Usadha Belog Bali mengapresiasi dukungan pemerintah sebagai motivasi pengusadha Belog Bali dalam membangun daerah, khususnya dibidang kesehatan.
“Belog Bali ini adalah kesadaran sebenarnya, kesadaraan untuk berbagi, berbhakti dan bersyukur. Berihklas diri membantu masyarakat, membantu teman kita sendiri dalam skup kecil, keluarga dan lebih luas lagi,” terangnya.
Haribawa yang lebih akrab disapa Jro Belog menegaskan dengan kesadaran dan berfikir logis, Belog Bali sudah berupaya bertindak untuk membangun bali antara lain dengan menggunakan bahan lokal dari berbagai kabupaten/kota di Bali untuk produksi dan melaksanakan pelatihan pengusadha.
“Kami sudah bertindak yang realistis membangun Bali, mengajak masyarakat Bali untuk menanam tanaman obat-obatan,apotik hidup atau toga yang dapat dikembangkan menjadi sektor perekonomian, sektor perdagangan, mungkin dibesarkan ke sektor perindustrian didukung UMKM dan Koperasi,” terangnya.
Ia juga berharap, mendukung Bali tidak sebatas wacana, namun kenyataannya membawa produk dari luar Bali.
“Setelah pelatihan dan spirit Sing Belog Sing Seger, (tidak berfikir logis tidak sehat) dari sekarang kita cetuskan dari Bali go Internasional,” pungkasnya.(kar/jon)








