
DENPASAR – Tim panahan PON Bali yang dihuni empat atle panahan putra dan putri kini mengalami progres yang bagus untuk fisik. Hanya saja untuk latihan bersama masih belum bisa rutin dan hanya bisa latihan sebulan sekali karena kondisi masih pandemi Covid-19. Meski demikian program latihan bersama disiapkan dalam bentuk road show ke klub-klub nantinya.
Empat pemanah PON Bali tersebut untuk putri yakni Bucika Dida Syahrevi Rahardjo dari Denpasar, Kadek Meilyana Syahrani (Badung) dan Ni Ketut Ayu Sinta Aprilia (Badug). Ketiganya merupakan pemanah yang lolos untuk divisi nasional. Sedangkan untuk putra satu-satunya yang lolos di divisi compound yakni I Komang Gde Khrishnanda. “Keempatnya dari kebugaran fisik memang sudah cukup bagus namun karena sekarang kondisi masih pandemi maka sementara latihan mereka semua kami serahkan ke klub masing-masing. Namun setiap sebulan sekali saya lakukan latihan buat mereka. Hal itu sudah berjalan diantaranya berlatih di home base Gandawa Archery Club,” ujar pelatih tim panahan PON Bali Made Saputra saat dihubungi, Rabu (02/9/2020).
Dirinya menambahkan jika latihan bersama meski satu bulan sekali hal itu perlu dilakukan karena dirinya butuh evaluasi baik dari perkembangan fisik maupun kualitas teknik keempat pemanah tersebut. “Kami terpaksa menjalankan program latihan bersama sebulan sekali tersebut semenatara tujuannya agar para pemanah aman dari bahaya pandemi,” tegas Saputra.
Menyoal program disebutkannya jika dirinya bakal melakukan latihan bersama sebulan sekali itu dengan cara road show di klub panahan yang sementara ini masih berkutat di Badung dan Denpasar. “Latihan bersama ini juga untuk melihat perkembangan skor keempat pemanah dan kami lakukan dengan cara roadshow tersebut,” imbuh Saputra.
Meski demikian, dirinya sebenarnya sudah membuat program latihan mulai saat TC Desentralisasi sampai Sentralisasi. Sayangnya ketika hendak dijalankan keduluan dengan masa pandemi. (ari)








