Buleleng

Sikapi Korban Tabrak Lari, Jasa Raharja Singaraja Serahkan Santunan, Polisi Buru Pelaku

foto: Jasa Raharja serahkan santuan kepada ahli waris 3 korban lakalantas tabrak lari.

BULELENG – Kecelakaan lalu lintas, tabrak lari menimpa 4 remaja dilintasan jalan Singaraja-Lovina pada Kamis (22/6/2023) pukul 03.00 Wita mendapatkan perhatian banyak pihak.

PT. Jasa Raharja Perwakilan Singaraja selaku penyelenggara jaminan asuransi kecelakaan, tak hanya melakukan cross cek lokasi dan kondisi korban, tapi juga sekaligus membayar santunan bagi korban meninggal dunia.

“Setelah mendapatkan kebenaran atas kecelakaan yang terjadi, petugas kami kemudian menetapkan keterjaminan, survey ahli waris dan hari Kamis (22/6/2023) siang santunan korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada ahli waris,” ungkap Kepala Jasa Raharja Perwakilan Singaraja, Luh Made Ernayani usai rapat evaluasi dengan Direksi PT. Jasa Raharja, Jumat (23/6/2023).

BACA JUGA:  Dukung Program Perlinsos, Disdukcapil Buleleng Kebut Aktivasi IKD

Penyaluran santunan kurang dari 24 jam, kata Ernayani diberikan kepada ahli waris dari korban lakalantas tabrak lari berinisial MIA (perempuan/18th) beralamat Jalan Hasanudin Singaraja serta RN (laki-laki/13th) dan IH (laki-laki/17th) keduanya beralamat Desa Tegal Linggah Kecamatan Sukasada.

“Kami berharap santunan kepada korban lakalantas meninggal dunia masing-masing senilai Rp 50 juta tersebut, dapat meringankan beban dari keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Untuk santunan kepada korban berinisial AF (laki-laki/17th) yang masih menjalani perawatan medis di RS Paramasidi Singaraja, sedang dalam proses, menunggu hasil pemeriksaan medis dari RS untuk menentukan keterjaminan.

“Santunan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terangnya.

BACA JUGA:  Sambut Penyu Bertelur, Pokwasmas-PP Ajak Warga Wujudkan Destinasi Wisata Edukatif

Sementara itu, Polres Buleleng melalui Satlantas masih mendalami kasus lakalantas tabrak lari dilintasan jalan Singaraja-Lovina yang terjadi Kamis (22/6/2023) pukul 03.00 Wita tersebut.

Selain telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi, penyidik Unit Lantas Polres Buleleng juga masih melakukan pengejaran terhadap pengemudi spm yang diduga menabrak spm korban dari belakang.

“Kasus lakalantas tabrak lari yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Buleleng. Penyidik masih menunggu pemulihan kesehatan korban berinisial AF yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Paramasidi Singaraja, untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan lalu lintas yang dialami,” pungkasnya. (kar,dha)

Back to top button