
DENPASAR – Status kedaruratan Covid-19 atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) memang telah dicabut oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Namun bukan berarti kasus Covid-19 telah berakhir. Buktinya, setiap hari masih saja ada data kasus baru Covid-19.
Indonesia sendiri juga telah mencabut status kedaruratan Covid-19. Artinya Covid-19 tidak menjadi darurat lagi, sudah menjadi penyakit biasa namun tetap harus diwaspadai. Demikian dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin saat menghadiri acara Apresiasi dan Pembelajaran Program VACCINE dan TRACE di Bali Juni 2022 – Mei 2023, yang digelar Selasa (30/5/2023).
Made Rentin juga mengapresiasi kemitraan Australia-Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan IDEP Foundation turut mendukung pemerintah untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 yang inklusif kepada kelompok rentan di Provinsi Bali.
Dalam pemberian apresiasi ini, Kabupaten Buleleng terpilih sebagai kabupaten dengan capaian vaksinasi tertinggi yakni sebesar 14.597, disusul Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Selain itu, Puskesmas Tejakula Buleleng juga terpilih sebagai Puskesmas terbaik dalam penyelenggaraan vaksinasi Covid-19.
Seperti diketahui, sejak Juni 2022 hingga Mei 2023, program kemitraan Australia-Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan IDEP Foundation ini berfokus pada tujuan untuk melindungi masyarakat Bali, terutama kelompok rentan dan yang kurang terlayani, dalam menghadapi pandemi global yang terus berlangsung.
Ada pun dukungan dari banyak pihak yang selama ini memiliki kontribusi besar, yakni Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kota. Ketersediaan tenaga kesehatan yang selalu siap siaga juga hadir dari pihak Puskesmas, Rumah Sakit, dan klinik di delapan kabupaten di Provinsi Bali.
Selama kurun waktu pelaksanaan dari bulan Juni 2022 hingga Mei 2023, program Vaksinasi Covid-19 Inklusif (VACCINE) ini telah berhasil menjangkau sebanyak 43.836 penerima manfaat di delapan Kabupaten di Provinsi Bali untuk mendapatkan vaksin Covid-19 baik dari vaksin pertama hingga vaksin booster ke-2.
Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat 14.073 lansia, dan setidaknya ada 1.094 penyandang disabilitas. Ada pula beberapa kelompok masyarakat rentan lainnya, seperti 22 ODHA, 2.069 kelompok minoritas, 5.923 masyarakat remote area, 63 orang dengan komorbid, 2 perempuan kepala rumah tangga, 21 orang pekerja migran, 16.819 anggota keluarga pra-sejahtera, serta 1.287 penghuni lapas.
Kerjasama dengan pemerintah daerah juga kerap dilakukan guna memastikan akses yang merata terhadap vaksinasi bagi seluruh masyarakat Bali. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi. Pertama, membuat sentra vaksinasi maupun door to door sehingga memudahkan penerima manfaat yang lokasinya susah untuk dijangkau atau mengalami kendala dalam mobilitasnya. Kedua, perhatian pada isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) juga diupayakan melalui berbagai pendekatan pada berbagai komunitas disabilitas, dan menyelenggarakan pelatihan untuk hal itu.
Entri data dalam program ini bahkan melibatkan salah satu komunitas disabilitas yakni Yayasan Cahaya Mutiara yang dimulai sejak 26 Januari 2023. Belakangan, kerjasama program ini turut melibatkan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) sehingga promosi inklusi sosial terkait vaksinasi yang inklusif dapat diikuti oleh kelompok penyandang disabilitas secara lebih luas.
Penerapan komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat (RCCE) terlihat dalam kegiatan hiburan teater lokal yang disebut dengan bondres. Penampilan bondres dilakukan sebanyak 10 kali di tiga kabupaten yakni Jembrana, Buleleng, dan Karangasem. Tujuannya untuk memberikan informasi bagi masyarakat tentang manfaat vaksinasi Covid-19 yang inklusif, serta identifikasi rumor (hoax) seputar hal tersebut. Ruang aman anak juga disediakan selama acara berlangsung, sehingga dapat memastikan anak-anak terhindar dari asap rokok.
Program vaksinasi inklusif menjadi kian efektif melalui kerjasama yang dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan lokal, sukarelawan, dan Agent of Change dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Kolaborasi ini juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menyediakan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Bali (TRACE). Langkah-langkah ini telah membantu mengurangi kecemasan dan membangun kepercayaan terhadap pemahaman vaksinasi Covid-19.
Seluruh capaian program ini juga melibatkan setidaknya 100 relawan dan AOC, 40 mitra organisasi dan 78 puskesmas dan rumah sakit yang tersebar di delapan kabupaten Provinsi Bali. Dalam mendukung akses kepada masyarakat yang lebih luas, tercatat ada beberapa hal yang disertakan, yakni setidaknya 800 produk SBCC (Poster, Audio Public Service Announcement, dan Index Card), 4.268 RCCE (IKAP dan KAK) dengan 4 pelatihan yang dihadiri oleh 454 peserta.
Program ini pada awalnya dilaksanakan di tiga kabupaten di Bali, yaitu Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Namun sejak bulan Desember 2022, telah menjangkau berbagai daerah lain di Provinsi Bali. (dha)








