
DENPASAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali sosialisasikan Pemilu Damai dengan melibatkan semua partai politik peserta Pemilu 2024 sambil bersepeda bareng.
Rombongan peserta pemilu damai bersepeda diikuti 18 parpol dari 19 parpol yang terdaftar dilepas langsung oleh Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, di halaman Sekretariat KPU Bali, Jalan Tjok Agung Trena, Renon Denpasar, Selasa (14/2/2023).
Pelepasan peserta pemilu damai ini, diawali kendaraan dari KPU Bali, diatas kendaraan ada maskot Pemilu 2024 mengambil lambang dua burung jalak Bali yang disebut Sura-Sulu (suara rakyat-suara pemilu). Kedua maskot ini terus melambaikan tangannya dan dibelakangnya disusul peserta dari semua parpol yang disesuaikan dengan nomor urut masing-masing parpol.
Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan hal ini dilakukan bertepatan pada 14 Pebruari sebagai hari kasih sayang sehingga diyakini Pemilu 2024 akan berjalan damai.
“Seperti slogan KPU, Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, hari ini kita serukan kepada seluruh masyarakat bahwa satu tahun lagi akan digelar Pemilu dan kita harus siap-siap mulai sekarang,”pintanya.
Menurutnya dalam perhelatan Pemilu, telah menunjukan keberagaman bangsa Indonesia karena ada berbagai warna yang ditunjukan para peserta Pemilu 2024.
“Kebersamaan kita di Bali menjadi satu ikatan meskipun berbeda warna dan yang membedakan ide dan gagasan. Sebab tujuan semua partai politik mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya menyengsarakan rakyat,”ujar Lidartawan.

Usai bersepeda bareng dengan menempuh jarak seputaran Renon sampai Kodam IX Udayana, parpol peserta pemilu damai diajak bersama-sama mengibarkan bendera partai politik masing-masing parpol.
Dalam kesempatan tersebut Lidartawan mengingatkan kepada semua parpol dalam pemasangan balihoo menambahkan, pada perhelatan Pemilu 2024 ini diyakini akan berjalan dengan baik dan damai di Bali.
Oleh karenanya partai politik dalam kegiatan kampanye dihimbau tidak jor-joran memasang balihoo disepanjang jalan apalagi merusak pohon perindang. Menurutnya pemasangan balihoo tidak akan berpengaruh besar mengaet pemilih melainkan lebih baik sosialisasinya melalui media digital.
“Hampir 54 persen pemilih milenial dan pemilih tersebut tidak akan peduli dengan balihoo di jalan apalagi kecepatan kendaraannya dijalan sangat kenceng tidak peduli ada balihoo parpol. Lebih baik sosialisasinya melalui media digital,”pungkasnya. (arn/jon).








