
KUTA – Selain Pantai Kuta, muara Tukad Mati Kuta juga mengalami nasib serupa di setiap musim hujan. Sampah kiriman datang, menjejali area yang kini sudah tampak cantik oleh dinding long storage pada sisi kiri dan kanannya.
Beruntung, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida telah mempekerjakan sejumlah orang lokal untuk senantiasa membersihkan aliran sungai dari sampah. Secara manual mereka bekerja dengan menggunakan perahu kecil, dan mengangkat setiap sampah yang telah terperangkap pada sebuah tali berpelampung.
Mereka mengatakan, ada berbagai jenis sampah yang ditemukan dan telah berhasil diangkat dari sungai. Mulai dari sampah kayu, botol kemasan, hingga bangkai binatang seperti kucing, anjing, dan babi. “Pokoknya semua sampah ada,” sebut salah seorang petugas, yang mengaku bernama Jarwo, Senin (13/2/2023).
Tidak diketahui pasti sumber dari bangkai-bangkai tersebut. Namun pastinya, hal itu terbilang sangat sering ditemukan terbawa arus sungai menuju ke muara. Sambil menyelam minum air. Sembari bekerja membersihkan alur sungai, ternyata mereka juga menyempatkan diri untuk melakukan pemilahan sampah. Sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan ataupun bernilai rupiah dikumpulkan, untuk kemudian dipergunakan atau dijual ke pengepul.
Di antaranya seperti sampah kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar, botol plastik, hingga daging buah kelapa yang kemudian dijadikan kopra. Di samping untuk sekaligus mengambil nilai manfaat, mereka menyebut hal itu sekaligus guna mengurangi beban di tempat pembuangan nanti.
Total ada sekitar 1 truk sampah yang katanya terjebak pada trash trap di setiap harinya. Dan itu, biasanya mengalami peningkatan ketika musim hujan tiba. “Kami tentu berharap agar ke depan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dan sepertinya kesadaran itu sudah mulai terbentuk, terbukti dari banyaknya trend aksi bersih sampah di media sosial,” ucap Jack menimpali. (adi,dha)








