
KUTA – Pemindahan para pedagang Pasar Seni Kuta menuju gedung baru terjadi miskomunikasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung menunggu pengajuan dari pihak desa adat. Sementara Desa Adat Kuta sendiri, masih menunggu pelaksanaan upacara pamelaspasan dan serah terima.
Kepala Dinas PUPR Badung, IB Surya Suamba menuturkan, secara umum gedung Pasar Seni Kuta sesungguhnya sudah rampung dan siap untuk ditempati para pedagang. Sehingga kini, pihaknya berada dalam status menunggu pengajuan dari pihak desa adat.
“Pasar Seni sudah selesai 100 persen. Tapi dari desa masih belum ada permohonan. Karena kabarnya mereka masih melakukan pengundian,” ungkapnya, dihubungi Kamis (2/2/2023).
Pihaknya di Dinas PUPR sendiri, sesungguhnya menginginkan agar pemindahan tersebut bisa segera dilakukan. Agar area yang kini dijadikan sebagai tempat relokasi sementara, dapat segera dibersihkan sebagai bagian dari proyek Penataan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta).
“Pasar Seni Kuta sudah sekitar dua mingguan selesainya,” sambungnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi soal itu, Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista terkesan kaget. Karena sepengetahuan dia, itu baru bisa dilakukan setelah serah terima nanti.
“Kan belum ada penyerahan. Upacara pemelaspasan juga belum. Tapi kalau memang demikian, saya akan koordinasikan dahulu, agar bisa lakukan persiapan,” pungkasnya. (adi/jon)








