
GIANYAR – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menaikkan status 35 Desa di Kabupaten Gianyar menjadi Desa Mandiri.
Sertifikat penghargaan Desa Mandiri dan Lencana Desa Mandiri Tahun 2022 diserahkan Bupati Gianyar Made Mahayastra kepada Perbekel, Senin (2/1/2023).
Salah satunya Desa Saba di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Perbekel Desa Saba I Ketut Redhana merasa bersyukur Desa Saba dinaikan statusnya menjadi Desa Mandiri. Sebab, ke depan program dari pemerintah daerah maupun pusat pasti menyesuaikan dengan status desa.
“Capaian status ini merupakan kerja keras kita bersama dari unsur aparat desa, BPD, LPM, yang selalu bersama bersinergi baik dalam usulan maupun perampungan administrasi. Tak kalah pentingnya Pemerintah Kabupaten Gianyar yang telah memberikan berbai fasilitas yang menunjang kegiatan dan mobilitas masyarakat,” ujar I Ketut Redhana.
Selain itu, Kata Redhana, partisipasi masyarakat juga sangat berperan penting dalam peningkatan status tersebut.
“Masyarakat dalam hal ini perannya sebagai inventor penyedia layanan kesehatan ataupun investasi dalam bidang ekonomi sehingga ketiga indikator tersebut bisa dicapai oleh Desa Saba,” ungkap Perbekel kelahiran Banjar Blangsinga ini.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan, indikator Desa Mandiri dinilai dari indeks desa membangun, yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.
“Sesuai dengan status mandiri, masyarakatnya untuk mengakses layanan sosial, ekonomi, lingkungan lebih mudah,” ujar Dewa Ngakan Ngurah Adi.
Dalam Peraturan Kementerian Desa, bahwa status desa ada 5 kategori, yaitu Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju, dan Desa Mandiri.
Ia mencontohkan Desa Sangat Tertinggal untuk mengakses layanan kesehatan sangat sulit karena di desanya tidak ada layanan kesehatan kalau berobat mereka harus berjalan berkilo kilo, demikian pula untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka kalau perlu sembako harus berjalan ke kota yang jaraknya puluhan kilometer.
“Desa mandiri semua layanan sosial, layanan kesehatan, Lingkungan semua dicapai dengan mudah karena pemerintah desa dan pemerintah daerah sudah mampu menyediakan akses untuk mobilitas masyarakat,” ujarnya. (jay)








