
Verifikasi silang protokol kesehatan di sekolah
TABANAN – Adanya instruksi agar pemerintah daerah melakukan verifikasi pelaksanaan protokol kesehatan di OPD, pasar, daerah tujuan pariwisata dan bidang Pendidikan khusus sekolah, Dinas Pendidikan Tabanan terus melakukan verifikasi kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Di saat tim turun, secara umum semua sekolah yang didatangi tim verifikasi sudah siap dengan sarana-prasarana Protokol Kesehatan termasuk Sop-nya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra, dengan mulai diterapkan adaptasi kebiasaan baru dalam tatanan new normal ala Kabupaten Tabanan aman dan produktif, semua sektor publik termasuk sekolah maupun lembaga pendidikan luar sekolah harus menyiapkan sarana-prasarana protokol kesehatan termasuk SOPnya. Ada empat belas item protokol kesehatan yang wajib dimiliki setiap sekolah termasuk SOP-nya. “Sekolah harus melengkapi sarana-prasarana protokol kesehatan termasuk SOPnya,” ungkap Nyoman Putra,” Senin (10/8/2020).
Pihaknya telah menginstruksikan setiap sekolah membentuk tim verifikasi. Pihaknya melakukan sistem verifikasi silang. Tim satu sekolah melakukan pemeriksaan dan pengecekan di sekolah lainnya . Begitupun sebaliknya. Tim tersebut sudah turun mulai Senin khususnya untuk tingkat SMP. Hasil verifikasi tersebut kemudian dilaporkan ke Disdik untuk dilakukan evaluasi dan pembenahan kalau memang ada yang kurang atau belum sesuai ketentuan yang ada. “Dari laporan hasil verifikasi yang sudah masuk, semua sekolah sudah melengkapi sarana-prasarana protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang ada,” sebutnya.
Selain penyiapan sarana dan prasarana pendukung, tentu seluruh civitas akademika setiap sekolah juga melaksanakan SOP protokol kesehatan dengan ketat. “Bukan sekedar memiliki APD, atau tempat cuci tangan yang memadai, tetapi dipakai dan sopnya dijalankan dengan benar dan disiplin,” tandasnya.
Meski demikian pihaknya terus akan melakukan monitoring ke setiap sekolah agara protokol kesehatan terus dilakukan dengan disiplin. Apalagi kalau nanti memang diputuskan akan melakukan sistem pembelajaran tatap muka. Sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik serta sekolah tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. “Meski sudah lengkap, akan terus dimonitoring agar pelaksanaan protokol kesehatan memang terus berjalan dan terus dilakukan, bukan sekedar saat verifikasi saja. Ini upaya kami di Dinas Pendidikan mencegah penyebaran Covid-19 dan sekolah menjadi klaster baru,” tandasnya. (jon)








