
TABANAN – Setelah pelaksanaan Musda berjalan lancar, pengurus DPD Partai Golkar Tabanan yang baru sudah dihapkan pada tugas yang berat. Mereka harus mempersiapkan diri menghadapi perhelatan Pilkada serentak pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan. Golkar nampak optimis menghadapi Pilkada di Tabanan karena melihat masyarakat Tabanan membutuhkan perubahan.
Hal tersebut tersirat dari pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry , di sela-sela menghadiri Musda Partai Golkar Tabanan, Sabtu (08/8/2020). Wakil ketua DPRD Bali ini mengatakan, setiap perhelatan Pilkada merupakan tugas berat dari pengurus dan seluruh kader partai untuk memenangkan pasangan calon yang diusung Golkar. Pengurus harus mampu meraih simpati masyarakat karena pemilih yang sangat besar. “Apalagi kini calon pasangan calon yang diusung Golkar bukan inkamben,” katanya.
Namun demikian kata Politisi asal Buleleng ini, Golkar telah mempelajari dan melihat masyarakat Tabanan yang ada kecendrungan berfikir ingin suasana baru. “Mungkin masyarakat merasa memberikan kepercayaan yang lama pada partai tertentu, tidak terlalu signifikan yang dilakukan terutama di saat pandemi Covid ini,” ucapnya.
Menurutnya, masyarakat akan memilih tokoh yang siap ngayah dan punya integritas tinggi sehingga dirinya yakin masyarakat memilih tokoh yang baru dalam Pilkada. Ada kesan di masyaraat muncul perspektif baru yang ingin perubahan siginifikan di Tabanan. Sosok yang bisa memberikan perubahan di suasana Covid-19, akan mampu menarik simpati masyarakat. Sugawa Korry juga menyatakan kalau sudah akan mengumumkan pasangan calon yang diusung dalam Pilkada Tabanan. “Paling lambat Kamis depan sudah diumumkan, usulan paket yang akan diusung,” tegasnya.

Nada optimis juga disampaikan Ketua DPD Golkar Tabanan terpilih I Nyoman Wirya. Menurut Wirya, pihaknya di partai miliki calon yang cukup bagus dan mendapat respon positif di masyarakat. Dia yakin masyarakat Tabanan tahu mana yang membangun Tabanan dan mana yang sekedar. “Calon ada dua dan sudah mengerucut ke salah satu. Golkar menetapkan calon berdasarkan hasil survey. Hasilnya sudah ada, tapi secara fisik belum kami terima dan yang jelas calon yang kami tawarkan yang terbaik,” tandas Wirya. (jon)








