
DENPASAR – Sebagai tindak lanjut dukungan terhadap bangkitnya kembali Wellness Tourism di Indonesia, Indonesia Wellness Spa Professional Association (IWSPA) bakal menggelar training of trainers (ToT) untuk terapis spa di Bali. Sebagai langkah awal, Senin (28/11/2022) digelar sosialisasi bertempat di Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
Sosialisasi yang digelar secara offline dan online tersebut diikuti oleh spa director, spa manager serta training manager atau HRD dari 40 hotel bintang lima di Bali. Roger Paulus Silalahi, Ketua DPD IWSPA Bali mengatakan, sosialisasi ToT ini merupakan kelanjutan dari kegiatan bertajuk “IWSPA Reborn – Empowering Ethno Wellness Nusantara” yang digelar Oktober lalu.

ToT yang direncanakan digelar pertama kali pada 8 Desember 2022 mendatang, diharapkan bisa terlaksana secara gratis bagi para terapis spa di Bali. Namun dalam pelaksanaannya nanti, setiap kali ToT akan dibatasi 50 peserta saja agar ToT bisa diikuti dengan lebih maksimal. “Karena Bali sebagai pilot project, makanya ToT pertama kali digelar di Bali,” katanya.
Secara online, sosialisasi ini juga dihadiri Ketua Umum DPP IWSPA Yulia Himawati, Sekjen Wellness and Healthcare Entrepreneur Association (WHEA) Irmawati, serta Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alexander Nayoan.
Dalam sambutannya, Yulia Himawati mengatakan pelatihan (ToT) bagi para terapis spa di Bali sudah direncanakan sejak lama. IWSPA sendiri telah menyiapkan master trainer, berbagai modul dari 15 Etno Wellness Nusantara, serta uji sertifikasi bagi para terapis di akhir ToT.
ToT IWSPA ini juga didukung penuh oleh PHRI. Alex Nayoan mewakili PHRI mengaku sangat mendukung upaya bangkitnya Etno Wellness Nusantara. Sehingga nantinya spa wellnes bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Sejak Covid-19, spa mengalami kemunduran. Karena itu sekarang ini saatnya membangkitkan kembali spa wellnes sebagai terapi kesehatan secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab nampak hadir musisi Oppie Andaresta. Oppie mengakui Wellness tidak hanya semata untuk kesehatan, tetapi sudah berkembang menjadi industri yang menjanjikan. Bagi Oppie, wellness sebagai terapi kesehatan sangat banyak sekali jenisnya. Tak hanya jamu dan ramuan tradisional Nusantara, namun aromaterapi, seni tari hingga musik, merupakan bagian dari wellness.
“Kita mesti bangga sebagai bangsa Indonesia, karena dari Sabang sampai Merauke mempunya cara sendiri untuk obat tradisional atau wellness yang bisa dikembangkan,” katanya.
Kadis Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini mengatakan, ToT bagi terapis spa ini sangat penting seiring makin membaiknya pariwisata Bali. Apalagi dengan dibangkitkannya kembali Wellness Tourism. Menurutnya, Bali sejak dulu telah memiliki health tourism, bahkan Bali menjadi destinasi spa terbaik di dunia.
Dengan program Empowering Ethno Wellness Nusantara ini Tjok Pemayun berharap Wellness Tourism bisa dijalankan lebih maksimal lagi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Ethno Wellness Nusantara adalah asli kekayaan budaya Indonesia dalam bidang kesehatan dan kebugaran yang sangat layak dikenalkan kepada pariwisata dunia. “Dengan ToT bagi para terapis ini diharapkan pelayanan spa di Bali menjadi lebih baik sesuai tuntutan zaman,” katanya. (dha)








