
JEMBRANA – Putusnya jembatan merah (Jembatan Gelar) di Banjar Palungan Batu Desa Batuagung, Jembrana, membuat warga di banjar paling ujung perbatasan hutan, terisolir.
Warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Batuagung, swadaya membuat jembatan darurat dari kayu. Jembatan itu untuk kepentingan anak-anak ke sekolah agar tak menyebrangi sungai yang berarus deras.
Sayangnya jembatan darurat yang baru dua hari dibangun Senin (24/10/2022) kembali diterjang banjir hingga hanyut.
Kelian Banjar Palungan Batu I Made Pernama mengakui jembatan darurat kembali hanyut. Ya banjir kemarin sore, banjir lagi menghanyutkan seluruh bangunan jembatan.

Diakui Pernama putusnya Jembatan Gelar, 18 KK yang bermukim di seberang sungai terisolir. Karena jembatan akses satu satunya menghubungkan wilayah di sana, sekarang putus kedua kalinya, sehingga warganya tetap terisolir.
Memang untuk keluar dari wilayah itu, ada jalan alternatif namun harus memutar ke desa sebelah, dan jaraknya jauh 12 kilometer.
Permana berharap jembatan merah dapat dibangun lagi, agar warga termasuk anak -anak sekolah di SD 2 Batuagung bisa beraktifitas normal layaknya sebelum jembatan putus.
Sementara Perbekel Desa Batuagung I Nyoman Sudarma menjelaskan terkait bencana banjir, memutus jembatan gantung di obyek Wisata Sungai Gelar, sejumlah jalan amblas di beberapa titik wilayahnya, sudah dilaporkan ke Dinas PU. (ara,dha)








