
TABANAN – Banjir bandang yang melanda daerah sepanjang aliran sungai Yeh Sungi, mulai dari kecamatan Marga dan Kediri, Kabupaten Tabanan telah menyebabkan kerusakan luar biasa. Beberapa pura yang berada di pinggiran sungai dan jembatan hancur.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat akibat bencana alam tersebut, Polwan Polsek Kediri bersama anggota polisi lainnya dan masyarakat bergotong-royong membersihkan material longsor yang menghancurkan pura di Banjar Tapesan, Desa Abiantuwung, Rabu (19/10/2022).
Bersama tim siaga bencana Satuan sabhara Polres Tabanan , Polwan Polsek Kediri, berbaur dengan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di Pura Tapesan tersebut. Seluruh bangunan di pura ini hancur tersapu banjir. Areal pura yang penuh dengan material longsor kemudian dibersihkan.
Usai gotong-royong para Polwan bersama tim siaga bencana Polres Tabanan membagikan makanan dan minuman untuk masyarakat. Mereka juga bercengkrama dengan warga untuk menghibur usai terdampak bencana alam tersebut. Apalagi, pura mereka hancur diterjang banjir bandang Yeh Sungi yang membawa material berupa pohon besar , batang bambu dan material lainnya.
Kapolsek Kediri Kompol I Kade Ardika di sela-sela pengamanan kunjungan Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra di Banjar Ganter, Abiantuwung mengatakan, aksi para Polwan Polsek Kediri ini sebagai bentuk kepedulian polisi kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Minimal bisa meringankan beban masyarakat serta memberikan dukungan moril dengan berdiskusi dan bercengkrama bersama ibu-ibu, warga desa setempat yang terimbas oleh bencana ,” ucapnya.
Sementara dari pantauan di lapangan, nampak bekas material berupa batang pohon kayu, batang kelapa dan bambu masih ada di pinggiran sungai Yeh Sungi yang murka. Banjir bandang Yeh Sungi menghancurkan setidaknya delapan pura di wilayah Banjar Ganter dan Tapesan, Abiantuwung dan Pura Manik Toya di Desa Batannyuh, Marga, Senin (17/10/2022) pagi. (jon)








