
TABANAN – Hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan di Tabanan terus menimbulkan bencana. Selain pohon tumbang, juga terjadi tanah longsor. Seperti yang terjadi di Banjar Kemetug Kaja, Desa Gunung Salak, Selemadeg Timur, Minggu (9/10/2022) malam.
Senderan rumah milik warga Kemetug Kaja I Wayan Togog jebol. Material longsoran senderan dengan ketinggian 3 meter dan panjang 20 meter tersebut menimpa rumah milik I Made Mertayasa (50) yang ada di bawahnya tahun. Peristiwa naas tersebut terjadi Minggu (9/10.2022) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena korban dan keluarga langsung lari keluar rumah, begitu mendengar suara gemuruh.
Perbekel Desa Gunung Salak, I Nyoman Wija mengatakan, senderan yang jebol itu masuk di pekarangan rumah tetangga korban. Yakni, I Nyoman Togog. Senderan yang jebol diduga karena tergerus air hujan.
Intensitas hujan Minggu malam sekira pukul 19.55 Wita cukup tinggi. Dan sekitar pukul 21.30 korban mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya. tiba-tiba tanah menghantam rumahnya, membuat korban lari keluar rumah.
“Korban berhasil keluar rumah dan beberapa bangunan tertimpa senderan rumah berupa beton dengan tinggi dan panjang 3 x 20 meter,” ucapnya, Senin (10/10/2022).
Wija menuturkan lagi, dalam kejadian itu rumah ditempati Jero Mangku Bedugul Subak Mumbul. Saat kejadian korban sempat tiarap, karena terkejut dengan suara gemuruh, atau senderan yang longsor. Jro Mangku selamat. Tidak ada korban jiwa. Saat ini, pihak Desa belum dapat bergotong royong dengan masyarakat. Dikarenakan masih ada acara adat.
“Rencananya besok (Hari ini) baru dibersihkan. Hari ini (kemarin) memang masih ada acara adat,” jelasnya.
Menurut dia, senderan jebol itu menimpa tiga bangunan milik korban yaitu buah bangunan berupa balai Meten, Bale Suka Duka dan Lumbung. Dugaan penyebab, karena memang hujan deras yang cukup lama berlangsung. Warga serta aparat keamanan termasuk Kapolsek Selemadeg Timur ke rumah korban. Dipastikan tidak ada korban jiwa.
“Kami dari Desa baru memberikan bantuan berupa sembako. Kami masih koordinasi dengan BPBD dan Dinsos untuk bantuan bencananya,” ungkapnya.
Sementara itu Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia membenarkan kejadian tersebut.
“Dugaannya akibat hujan lebat yang cukup lama dan kurangnya lobang atau tempat resapan air pada senderan mengakibatkan senderan longsor menimpa 3 rumah yang ada di bawahnya. Korban mengalami kerugian material sekitar Rp200 Juta,” sebutnya. (jon)








