
GIANYAR – Ada saja ide masyarakat untuk memperindah lingkungan tempat tinggal. Tengok saja selokan yang terbentang di Banjar Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Warga menyulap selokan menjadi kolam ikan koi, nila, dan mujair. Di atasnya, diisi tanaman rumput sehingga menambah asri.
Pemandangan itu menjadi daya tarik wisatawan asing, baik sekadar melihat ikan, bahkan sampai menginap di akomodasi wisata di wilayah setempat.
“Wisatawan yang datang ada yang membawa pakan ikan, tapi ada juga minta kepada warga,” ungkap I Ketut Mastika (44), warga Bajar Kumbuh saat ditemui, Rabu (24/8/2022).
Ide awal menyulap selokan jadi kolam ikan itu muncul saat warga yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata kena PHK maupun dirumahkan karena pandemi Covid-19.
“Saat pandemi tak ada kerjaan, keluarga gotong royong bersihkan got,” jelasnya.
Mulanya, hanya got yang dibersihkan dan ditanami tanaman hias. Kemudian, muncul inisiatif menebar ikan. Dua tahun berjalan, 50 ikan yang awalnya ditebar beranak pinak.
“Anakannya kami ambil biar gak hanyut terbawa arus. Kami besarkan di dalam rumah, setelah layak baru kita lepas ke got,” tuturnya.
Kendalanya saat ini, aliran air kadang-kadang kecil. Meski demikian, Mastika tak kehabisan akal.
“Endapan pasirnya kita angkat supaya gotnya lebih dalam,” jelasnya. Panjang got di depan rumahnya yang saat ini berisi ikan sekitar 10 meter.
“Di sini saja sekitar 10 meter. Ini ke selatan isi ikan juga, lagi tiga rumah lah. Kalau di Utara lebih dangkal,” ujarnya.
Selain menambah daya tarik wisatawan, keberadaan ikan di got ini untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Karena kami pasang beberapa jaring. Hampir setiap hari kita angkat. Sampah plastiknya kita kumpulkan dan kirim ke bank sampah,” jelasnya.
Oleh karena aliran got ini termasuk saluran irigasi Subak Kandangan, petani pun kecipratan dampak positif.
“Dulu sebelum dipasang jaring dan isi ikan, sampah-sampah mengalirnya sampai ke sawah. Sekarang petani turut merasa senang, karena air irigasinya bersih,” ucapnya. (jay)








