
DENPASAR – Satu-satunya pebiliar putri PON Bali Dhitya Octora akhirnya resmi menjadi milik Badung setelah mengajukan Surat Keterangan Mutasi (SKM) dari Pengkab POBSI Buleleng dan KONI Buleleng. Resmi pindahnya peraih medali perak pada pra-PON tahun lalu itu setelah KONI Buleleng merestui kepindahannya itu.
Pebiliar yang akrab disapa Tya itu sebelumnya mengajukan SKM untuk pindah dari Buleleng ke Badung dengan dasar karena keluarganya tinggal di Badung dan bekerja di daerah kabupaten tersebut. KONI Buleleng tak keberatan dengan kepindahannya melalui surat No. 63/Mutasi Atlet/KONI/IV/2020 yang ditanda tangani langsung Ketua Nyoman Artha Widnyana tertanggal 23 Juli lalu.
Kepastian Tya menjadi milik Badung tersebut dibenarkan Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno yang mengaku juga telah memperoleh surat tembusan SKM tersebut dari KONI Buleleng. “Ya kami suah menerima surat tembusan tersebut dari KONI Buleleng. Jadi sekarang Tya resmi menjadi milik Badung dan merupakan atlet Pengkab POBSI Badung,” kata Willy Soedarno, Selasa (28/7/2020).
Kepindahan Tya tersebut tepat di saat Pengkab POBSI Badung baru saja membentuk pengurus baru dibawah Ketua Reza Mahendra untuk periode 2020-2024 yang baru saja memperoleh Surat Keputusan (SK) kepengurusan barunya dari Pengprov POBSI Bali.
Di lain pihak, Tya sendiri berterima kasih kepada POBSI Buleleng dan KONI Buleleng yang sudah turut membantu dan memutuskan keputusanya soal SKM yang diajukannya. “Memang dasar saya pindah jelas yakni bekerja dan keluarga tinggal di Badung. Terima kasih KONI Buleleng dan POBSI Buleleng. Sekarang saya lega dan tidak kepikiran lagi sehingga bisa fokus menghadapi PON Papua nantinya,” pungkas Tya. (ari)








