
MANGUPURA – Seiring dengan makin membaiknya kondisi pariwisata, Pemkb Badung optimis pendapatan daerahnya akan terdongkrak. Bahkan dipastikan target pendapatan tahun 2022 akan terealisasi. Bahkan pada tahun 2023 mendatang Pemkab Badung akan meningkatkan target pendapatan sebesar Rp 800 Miliar dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 2,9 Triliun.
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui usai Sidang Paripurna di DPRD Badung, Selasa (2/8/2022) mengatakan, rancangan peningkatan pendapatan yang dibuat tersebut melihat kondisi pariwisata yang mulai membaik.
“Ini adalah sumber pendapatan kita (PHR –red). Ketika ini membaik dan bisa kita lakukan, astungkara sekarang bisa memenuhi target dan bila perlu bisa melebihi target pendapatan,” tegasnya.
Tak hanya dari PHR, optimisme pendapatan tahun 2023 pemerintah kabupaten juga akan menggerakkan pertanian dan ekonomi kerakyatan. Sehingga pihaknya meyakini jika pendapatan kabupaten Badung bisa tercapai sesuai dengan target.
“Perlu kami sampaikan juga kenapa kita melakukan pembangunan infrastruktur, karena untuk memajukan ekonomi. Setelah infrastruktur selesai maka kita akan fokus memajukan ekonomi,” katanya.
Untuk diketahui, peningkatan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung pun tertuang pada Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Dimana pendapatan daerah dirancang menjadi Rp 3,8 Triliun.
Pada pendapatan daerah yang dirancang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung tahun 2023 dirancang Rp 3,1 Triliun atau meningkat sebesar Rp 1 Triliun lebih dari PAD tahun 2022 yang ditetapkan Rp Rp 2 Triliun lebih. (lit/jon)








