
KUTA – The Bardogs telah membuktikan bahwa pandemi bukan alasan untuk berhenti berkarya. Di tengah tertundanya tur album pertama ke negeri kangguru, The Bardogs justru berevolusi melalui album keduanya.
The Bardogs, adalah sebuah grup musik yang terbentuk pada tahun 2014, di Bukittinggi, Sumatera Barat. Awalnya, The Bardogs hanya terdiri dari tiga personil, yakni Aulya Rahman, Romi Zirwanda, serta Deni Hidayat. Namun kemudian band itu berkembang hingga terbentuk sebuaf formasi baru. Yakni Aulya Rahman (vokal), Romi Zirwanda (drum), Deni Hidayat (bass), Jason Latuasan Talakua (piano dan organ), serta Weldy Tua Pangeran (gitar).
“Album pertama kami launching di November 2019. Kami lanjut tour di wilayah Indonesia dan beberapa kota di Perancis. Awalnya kita rencana lanjut ke Australia, tapi Covid-19 datang, sehingga terpaksa cancel. Kita kembali, dan mulai persiapkan album berikutnya. Hingga jadilah album kita yang sekarang ini,” beber Aulya sang vokalis.
Sama seperti album debutnya ‘Southern Soul’, ada 10 lagu yang dibubuhkan salam album kali ini. Dan ‘Top of the World’ dipilih sebagai lagu utama dari album yang telah dirilis di SOULsvc Records ke lebih dari 700 platform streaming digital di seluruh dunia itu. Termasuk di antaranya Joox, Tik Tok, Amazon, iTunes, Instagram, Google Play, Spotify, Bandcamp, Tidal, Shazam, dan Pandora.
“Band begitu juga dengan musik kita, sudah berevolusi. Album baru ini mewakili bagaimana kita yang sebenarnya, dari segi penulisan lagu hingga gaya musik kita. Dalam membuat album baru ini, kita merasakan kebebasan melakukan apa yang kita mau dalam berkreasi,” tambahnya.
Menimpali pernyataan Aulya, Deane Odgen selaku produser, mengaku sangat yakin bahwa album kedua The Bardogs mampu menembus pasar internasional. “Southern Rock sangat berbeda dengan Rock N Roll,” ucapnya sembari mengabarkan bahwa tur album kedua The Bardogs akan dimulai pada 23 Juli 2022 nanti, di The Orchard Bar & Restaurant, Seminyak. (adi/jon)








