
GIANYAR – Nasib para pendamping Posyandu di Gianyar miris. Menjadi garda terdepan dalam penurunan stunting, tapi tidak sebanding dengan kesejahteraan yang wajib diterima.
Terhitung periode Januari-Juli 2022, para pendamping Posyandu belum menerima gaji. Padahal, mobilitas kegiatan mereka melakukan pendampingan terbilang cukup tinggi.
“Dari Januari belum dapat upah pak,” ujar salah seorang pendamping Posyandu, Selasa (13/7/2022).
Menurutnya, upah yang didapat tidak begitu banyak yaitu kurang dari dua juta rupiah setiap bulan. Namun, ia mengaku mencintai pekerjaanya sebagai pendamping Posyandu.
“Pekerjaanya lumayan banyak. Kalau saat ini saya harus survive karena upah memang belum dibayarkan, tapi itu tidak menganggu pelayanan. Posyandu tetap jalan seperti biasa,” ungkapnya.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.
Beberapa kali dihubungi via handphone terdengar nada sambung, tapi tidak diangkat. Begitu juga pesan via WhatsApp tidak ada jawaban.
Catatan WARTA BALI, peranan pendamping posyandu ini sangat penting dalam upaya penurunan stanting di Gianyar. Tahun 2017, dari 100 Kabupaten se-Indonesia, Kabupaten Gianyar ditetapkan menjadi kabupaten Stunting, salah satu Kabupaten Lokus Konvergensi Stunting dengan prevalensi 40,99%. (jay)








