
KLUNGKUNG- Kasus positif Covid-19 di tanah air terus melonjak. Guna mencegah penyebaran Covid-19 makin bertambah, Badan Intelijen Negara
(BIN) Daerah Bali, terus menggecarkan pelaksanaan vaksinasi.
BIN Daerah Bali berupaya ikut mendorong percepatan vaksinasi. BIN Daerah Bali bekerja sama dengan Pemkab Klungkung menggelar vaksinasi masal di Banjar Geria, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Senin (27/6/2022).
Vaksinasi masal untuk masyarakat umum ini meliputi vaksinasi dosis pertama, dosis dua serta vaksinasi booster. Selain membuka gerai vaksinasi di Balai Banjar Geria, juga dilakukan dengan jemput bola ke rumah-rumah warga alias door to door.
Safari vaksinasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan percepatan vaksinasi dengan harapan pengendalian Covid-19 juga berjalan maksimal.
Dari data Puskesmas Klungkung I yang mewilayahi Desa Kamasan, jumlah warga yang belum ikut vaksinasi booster atau vaksinasi tiga cukup banyak, mencapai 300 orang.
Vaksinasi booster di Desa Kamasan baru mencapai 58,49 persen atau sebanyak 1.833 orang dari jumlah sasaran sebanyak 3.134 orang.
“Pihak Provinsi menargetkan 70 persen atau sekitar 2.100 orang. Baru terealisasi 58,49 persen. Masih ada yang tercecer sekitar 300 orang,” tandas Kepala Puskesmas Klungkung I, drg IB Putra Dwipayana.
Sementara untuk vaksin dosis dua, kata dia, untuk Desa Kamasan sudah mencapai 98 persen dari jumlah sasaran. Sedangkan untuk wilayah Puskesmas Klungkung I secara keseluruhan meliputi 7 desa dan 3 kelurahan, vaksinasi dosis dua sudah mencapai 98,3 persen dari jumlah sasaran sebanyak 26.800 orang. Untuk vaksinasi booster mencapai 61,35 persen.
“Sosialisasi sudah gencar kami lakukan. Kami juga mengadakan door to door. Mungkin karena ada anggapan vaksinasi dua sudah cukup, maka antusias masyarakat ikut booster agak kurang. Kami bersyukur BIN ikut mendorong percepatan vaksinasi di wilayah kami,” tandas IB. Putra Dwipayana.
Perbekel Desa Kamasan I Gede Buda Artawan, juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian BIN Daerah Bali yang telah melaksanakan vaksinasi massal di Desa Kamasan.
Menurut Buda Artawan, setelah pihaknya membandingkan antara data dari Dinas Kesehatan Klungkung dengan data kepala banjar dinas, ada sejumlah warga yang sudah ikut booster di luar kegiatan yang diadakan desa, datanya belum tercatat.
Sebagian ada warganya yang belum bisa ikut vaksinasi karena ada penyakit penyerta.
“Ada juga warga kami yang ikut vaksinasi di tempat lain tapi datanya tidak terinput. Warga kami banyak kerja di pesiar, mereka ada yang ikut vaksinasi di sana, nah ini juga yang belum terdata. Kami berterima kasih kepada BIN yang sudah memilih desa kami untuk vaksinasi massal,” tandas Buda Artawan.
Setali tiga uang salah seorang warga, Nyoman Yadnya (70) menilai bagus pelaksanaan vaksinasi dengan cara jemput bola. Terlebih dirinya selain karena usia sudah renta, salah seorang anaknya, Ketut Suarja (43) membutuhkan perlakuan khusus, lantaran tidak bisa jalan. Keseharian Suarja diisi dengan tidur terlentang diatas kasur.
” Ini (vaksinasi ke rumah-rumah) cukup bagus. Selama ini saya susah mengangkat (mengajak anak). Saya berterima kasih,” kata Yadnya.(yan)








